Bekasi, Suararepublik.news – Juli 2021, Suara Republik News, pemanfaatan Eco Enzime (EE) yang berasal dari sampah  organik sangat luar biasa,kata Prof.Dr.Ir, Dedinursyamsi,M.Agr Kepala Badan Penyuluhan  dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian RI, dalam memberikan arahan  dizoom meeting yang dihadiri  lebih dari  500 para penyuluh secara live streaming. EE bisa dimanfaatkan sebagai festisida nabati, apakah itu helfisida sebagai   bakterisida juga bisa dimanfaatkan  sebagai pupuk organik, dikomposkan dulu ujarnya. Maka saya berharap  kata Dedi nursyamsi rekan-rekan bisa berinnovasi seperti

yang dilksanakan oleh Chairel Malelak,S.P,M.Si Penyuluh Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT dan jangan lupa inovasi ini segera di implementasikan dilapangan. saya yakin seyakin- yakinnya ujarnya, dengan menggunakan EE akan  menurunkan kebutuhan  pupuk kimia akan berkurang disaat yang sama  dia juga menggenjot produktifitas pertanian kita. Demikian Prof,Dr.Ir.DeniNursyamsi,M.Agr menutup  arahannya .

 Chairel Malelak, S.P,M.Si  Kepala bidang Penyuluhan Pertanian  Kabupaten  Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa  Tenggara Timur  Dia juga sebagai pendiri komunitas relawan Eko Enzim NTT,mengawali paparannya dengan menyampaikan salam Penyuluhan.Eko Enzim  (EE)ini ditemukan pertama kali oleh Dr.Rosukon dari  Thailand juga sebagai pendiri Asosiasi pertanian  Organik yang melakukan penelitian EE selama 30 tahun .Salah satu yang penting kata dia adalah  peringatan PBB  “kita hanya punya waktu 12 tahun untuk cegah malapetaka pemanasan global”

Eco Enzyme adalah Hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran gula(gula coklat,gula merah atau gula tebu), dan air.warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Menurut Chairel Keajaiban Eco Enzyme: 1).Proses Produksi Eco Enzyme(EE) menghasilkan gas O3(ozon)- mengurangi CO2 di Atmorfir dan logam-logam berat di awan yang memerangkap panas ( mengurang Pemanasan  global=menanam 10 pohon; 2) satu  liter EE dapat memurnikan 1000 liter air sungai yang terkontaminasi; 3)menyuburkan tanah, menghilangkan  bahan-bahan kimia di tanah;4)meningkatkan kwalitas udara; 5)Dapat disimpan bertahun-tahun; 6) mengusir kecoak, lalat, nyamuk tikus pindah rumah.

Ibu Mere sebagai  moderator membuka sesi tanya jawab

Amirullah ;”Utk air bersih, bagaimana perbandingan   pembersih air yang berbau dan keruh ?

Chairel menjawab 1:3:10 ( 1kg  gula, 3kg bahan organik ( kulit buah/sayur segar) dan 10 liter air)

M.Siringoringo :saya ex PJLP di Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menanyakan  “Dapatkah Kelompok pak Malela berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk mengolah sampah yang ribuan ton di Bandar Gebang sana  untuk diolah menjadi bernilai ekonmis dan atau menjadi bio Gas” ? Chariel Malexla menjawab , karena Pak Ringoringo ada Di Jakarta, coba hubungi dengan nomor yang ada di layar ini untuk dapat berkolaborasi guna tujuan tersebut.

Ibu Tia dari  Kelompok Lingkungan Hodi Toba belum ada Kegiatan /Kelo,pok pembuat EE”up Santo Servatius,Kampung Sawah ,Bekasi:. Berbicara tentang penjernihan air, “Bagaimana caranya menjernihkan air atau mengatsi polusi sir di Danau Toba dengan Eco Enzyme. Sebab di  Toba belum aa kgiatan/ kelompok pembuat EE”, Malela menjawab: Harus dilakukan Penuangan EE Secara rutin  agar lambat laun  danau Toba bersih dari polusi air/  atau menjadi bersih., untuk memulainya  mensosialisasikan dan membuat kelompok secara asif di Toba agar Bersama-sama  warga yang dipinggir danau Toba membuat EE dan menuangkannya ke danau Toba. ( Ring-o)