Suararepublik.news Tulungagung 12/07/2021,Pentingnya air bersih yang dalam setiap saat sangat dibutuhkan oleh masyarakat terlebih memasuki musim kemarau,mungkin diwilayah dataran rendah banyak ditemui berbagai sumbermata air hingga sumur yang biasanya digunakan dalam kebutuhan hidup sehari – hari

Namun banyak juga didapati yang kesehariannya mengandalkan air dari Hippam,salah satunya seperti warga dibeberapa desa dikecamatan Tanggunggunung.Yang dalam mencukupi kebutuhan air bersih setiap harinya tergantung dengan Hippam Sumber Songgo.

Akan tetapi selama satu minggu terhitung Air dari hippam tidak mengalir (mati),hal tersebut menyulitkan warga dalam memperoleh air bersih.Berbagai cibiran bahkan gunjingan  terhembus di masyarakat  yang terlontar kepada Hippam sumbersonggo,seperti yang diunggah disalah satu setatus whatsapp milik salah seorang penguna air hippam

“Metek duwitmu lek umbrukan pak hippam banyu wes ra mok ilekne bayaranmu jaluk mundak sak karepmu dewe (Alangkah banyaknya uangmu pak Hippam Air tidak kamu alirkan namun pembayarannya kamu naikkan seenakmu sendiri)”,tulis salah satu akun Whatsapp

Sementara itu Nyadi yang merupakan salah satu pengurus hippam sumbersonggo kecamatan Tanggunggunung saat dikonfirmasi melalui telepon,sabtu (10/07/2021) pukul 18.15 wib.Mengapa Hippam sumbersonggo mati selama beberapa hari…???Ia menjelaskan bahwasanya mesin pompa hippam rusak

“Memang benar mas,Air beberapa hari tidak mengalir karena Mesinnya rusak dan sedang dalam perbaikan.Ini pun saya  bersama pak Kepala hippam serta teknisi dilokasi Mata air”,jelasnya

Disisi lain Sujito selaku kepala Hippam sumbersonggo membenarkan dengan matinya hippam serta kenaikan pembayaran, saat dikonfirmasi pada hari senin (12/07/2021).”Sudah satu minggu ini Air hippam tidak nyala,karena dua pompa hippam rusak.Maklum saja pompa tersebut sudah berusia 18 tahun,berbagai upaya kami lakukan bahkan malam minggu kemarin kami bersama teknisi dilokasi Sumbersonggo hingga pukul 20.00 wib,namun belum membuahkan hasil yang maksimal,,mesin pompa itu juga tidak mudah didapatkan selain harganya yang begitu mahal dengan harga 150 hingga 250 juta,itu pun harus inden dulu dengan waktu yang lama.Sementara demi memperlancar penyaluran Air terpaksa Alat yang lama dibenahi terlebih dahulu entah berapa lama untuk ketahanannya”,jelas beliau

Lanjut,”Memang benar pembayaran untuk hippam dinaikan ibarat pedagang jika tidak cukup dalam pembayaran harus dinaikan,melihat pada Tahun sebelumnya banyak kerugian yang dialami Hippam sumbersonggo disetiap bulannya.Sedangkan kenaikan pembayaran listrikpun juga tanpa terduga,dalam kenaikan inipun kami rasa agak terlambat.Seharusnya warga menyadari hidup di Tanggunggunung harga air mahal terlebih jika dibandingkan mendatangkan Tangki air.Selain harga satuan meter kubik juga ada beban yang harus dibayar para pengguna,untuk harga satuan dibagi beberapa hitungan yang pertama 1 kubik hingga 6 kubik dengan harga Rp.5.000,00 Perkubik,untuk harga kedua 7 kubik hingga 12 kubik dengan harga Rp.10.000,00 perkubik dan diatas 12 kubik dengan harga Rp.15.000,00 Perkubik serta tambah beban Rp.20.000,00 setiap bulannya.Hal tersebut kita siasati setidaknya perbulan ada saldo Rp.10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) untuk perawatan dan mempersiapkan pembelian Alat yang baru”.pungkas….Yps/Kbt