Tangerang Kota,Suararepublik.news –Seorang ibu berisinial “DF” (31) salah satu warga Kelurahan Paninggilan yang melahirkan anak bayi laki-lakinya didalam mobil ambulans, saat hendak dirujuk menuju arah RSUD Kota Tangerang diketahui sempat mendapatkan penolakan keras pertolongan penanganan persalinan di Faskes (Fasilitas Kesehatan) tingkat pertama Puskesmas Paninggilan.

Pasalnya penolakan keras persalinan tersebut dilakukan lantaran adanya petugas Puskesmas Paninggilan yang memberikan keterangan secara tertulis didalam surat rujukan dengan menyatakan bahwa pasien masuk dalam kategori ODP (Orang Dalam Pengawasan) atau suspect Covid-19.

Ironisnya, surat keterangan hasil pemeriksaan itu terungkap saat pasien melakukan rapid test kembali di RSUD Kota Tangerang usai mendapatkan pertolongan dalam penanganan persalinan tersebut.

Pembuktian hasil rapid test di RSUD Kota Tangerang pun menyatakan negatif bahwa diri pasien tidak ditemukan segala bentuk gejala-gejala penyakit coronavirus disease Covid-19.

Hal tersebut pun diungkapkan oleh suami pasien bernama “IS” (35) yang mengungkapkan, “Terus terang kami merasa kecewa dengan adanya surat hasil pemeriksaan  diagnos sementara dari pihak Puskesmas Paninggilan,” ungkapnya kepada awak media. Rabu, (30/9/2020).

Hasil pemeriksaan diagnosa sementara tersebut pun memberikan keterangan didalam surat rujukan penanganan persalinan ke RSUD Kota Tangerang dengan menyatakan isteri saya masuk dalam kategori indikasi ODP (Orang Dalam Pengawasan) atau suspect Covid-19.

Peristiwa itulah yang menyebabkan pihak Puskesmas Paninggilan tidak mau membantu dalam penanganan proses persalinan isteri saya dan akhirnya kami pun mendapatkan surat rujukan persalinan ke RSUD Kota Tangerang.

“Setelah itu, karena mungkin isteri saya sudah tidak kuat menahan bayi yang ingin keluar dari rahimnya, akhirnya ia pun melahirkan didalam mobil ambulan saat ditengah perjalanan menuju arah RSUD Kota Tangerang. Alhamdulillah isteri dan bayi anak laki-laki saya bisa terselamatkan dengan baik,” ujarnya

Kemudian, setibanya di RSUD Kota Tangerang kami pun langsung mendapatkan pertolongan oleh dokter dan beberapa perawat dalam penanganan persalinan tersebut.

“Usai kami mendapatkan pertolongan penanganan persalinan tersebut isteri saya pun melakukan rapid test dan swab nasofaring kembali di RSUD Kota Tangerang dan alhamdulilah hasilnya negatif,” tutupnya. (her/rd)