P.Buru.SuaraRepublik.News – Transpotasi jalan butas yang di kerjakan tahun 2016 ada dugaan sengaja di buat agar terkatung-katung pembayaran pada pemilik lahan  yang berjumlah 9 orang. Dimana pemilik lahan sampai saat ini tidak terbayar sedikitpun sementara mereka telah  beberapa kali melakukan proses  hukum mulai dari sidang di DPRD Provinsi Maluku.

Antara 9 pemilik dengan Titi Cina desa sawa yang mengaku lahannya, tetapi di proses oleh oli Polda Maluku tahun 2017/2018. Dan Titi di  nyatakan kalah sekarang  permasalahan ini langsung di tangani oleh ketua DPD L. INTRA-WIN. BAM PBHWIL. Prov. MAL. Nurjanah Rahawarin pun melaporkan permasalahan tersebut kepada OMHBUDSMAN Pusat.

Dan faktanya ohmbudman POLDA langsung menjemput kasus ini di Kabupaten Buru dan memanggil. Kabag pertanahan Kabupaten Buru ( Pengkab) atas  nama PATI RADA…

Sementara itu Bupati  Buru Ramli Umasugi Langsung melakukan langkah solusi kepada pemilik lahan tersebut untuk melakukan penawaran  ikatan jadi. disaat lahan masih di boikot atau di tutup. dalam kesepakatan ikatan jadi. kemudian di sepakati dengan penawaran pembayaran dengan/meter 15.OOO,_ eronisnya  mereka melakukan pembayaran itu lewat via bank dan hanya  diambil satu bentuk buku rekening bagi 9  orang pemilik lahan. Bhakan buku rekening itu pun tidak di  berikan kepada pemilik lahan namun uang ikatan tanda jadi yang diberikan..sehingga hal ini menarik perhatian ketua  L.I.W.BP. Nurjanah Rahawarin bersama 9 pemilik lahan itu menemui PATI RADA guna untuk dipertanyakan.

Sampai ke tingkat pengecekan ke pihak bank, menurut hasil wewancara kepala dengan  pihak pertanahan (BPN) bahwa Kabag pertanahan Pemkab Buru. telah memberikan keterangan kalau uang itu ada di pahak bank sementara sampai saat ini pemilik lahan pun belum mendapatkan haknya.

“Saya cumah ingin agar kasus ini harus di tinjau langsung olah ohmbudsmen Polda Maluku dan juga KAJATI bahkan KPK agar turun tangan dan meninjau langsung ke kabupaten Buru. Sebap keuangan  pemilik lahan yang berjumlah 9 orang ini sampai detik ini belum juga ada titik  penjelasa  dengan uang-uang mereka.Pungkas Nurjanah.

Buru provinsi maluku.

Reperter.IDris w