Suararepublik.new Tulungagung 02/04/2021,,Kenaikan NJOP, SPPT dan PBB P2 yang sampai sekarang belum bisa diterima oleh para Kepala Desa dikabupaten Tulungagung karena kenaikannya dianggap tidak wajar apalagi dilaksanakan dimasa pandemi ini masih ramai diperbincangkan publik.

Menyikapi hal tersebut membuat Tokoh Nahdlatul Ulama Kabupaten Tulungagung harus angkat bicara.Seperti yang diungkapkan oleh KH.Hadi muhammad mahfudz atau yang lebih akrab di panggil Gus Hadi selaku ketua MUI kabupaten Tulungagung sekaligus Wakil rois suriah NU JATIM,saat di konfirmasi melalui telepon seluler pada hari jumat (02/04/2021) mengungkapkan, “Kenaikan Pajak tersebut harus jelas ada acuan dasar tingkat nasional apa tidak,kalau ada acuan harus dilihat dulu wajar apa tidak khususnya diwilayah kabupaten Tulungagung.Apalagi kalau kenaikan dianggap tidak wajar,Jelas hal tersebut mengada -ada”,Kata Gus hadi

Bahkan menurut pandangan beliau kenaikan pajak yang dianggap wajar seharusnya bisa berjalan selaras,” kenaikan Pajak tersebut harus wajar yang artinya harus sesuai dan selaras dengan income perkapita penduduk,namun jika penduduk secara ekonomi merosot,segala sesuatu serba mahal apalagi Saat pandemi dan kemudian Pajak malah dinaikan apalagi kenaikannya berlipat – lipat bakhan 100% lebih itu sangat tidak wajar tentunya,hal tersebut Sangat Wajib di Tolak.apalagi hal ini juga merupakan kebutuhan masyarakat alangkah baiknya DPRD sebagai penyambung lidah rakyat bisa mengkritisi hal ini, tetapi bila DPRD sendiri dalam tindakannya  bukan memperjuangkan rakyat namun malah sebaliknya (Pro dengan kenaikan) secara pribadi sangat mengecewakan.Dalam hal ini DPRD  paling tidak bisa menanyakan dan mengetahui dasar apa yang digunakan menaikan Pajak sedemikian rupa”tegas beliau

Pernyataan tegas juga diungkapkan oleh KH.Abdul Hakim Mustofa selaku Ketua Tanfidiyah Pengurus Cabang Nahdalatul Ulama Kabupaten Tulungagung.”Saat masa  pandemi seperti ini terus terang kita merasa prihatin dengan kenaikan Pajak tersebut.Untuk itu selaku anggota DPRD bisa lebih tegas menyikapi hal ini karena mereka adalah wakil dari rakyat,jelas beliau melalui sambungan telepon(02/04/2021).

Menutup pernyataannya beliau berharap agar semuanya ada penyesuaian terkait hal tersebut.

“Andaikan ada kenaikan harus melihat suasana masyarakat saat ini,syukur – syukur jika tidak ada Kenaikan”,pungkas….Yps/Kbt