Namlea,P Buru.SuaraRepublikNews.co.-TIM MARSEGU Polres pulau Buru Pada Hari Rabu, 09 Juni (2021)Anggota Tim MARSEGU yang di Pimpin BRIPKA Hasan Lessy berdasarkan Informasi yang beredar di Masyarakat bahwa harga dan prosedur pembuatan Surat Hasil Rapid Test Antigen yang tidak sesuai dengan ketentuan (Antigen Palsu).

berdasarkan informasi tersebut Tim Langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan dan kemudian tim mendapat informasi bahwa seorang Oknum Satpol PP atas Nama SS  sering menjadi Calo Pembuatan Antigen Palsu dengan Iming – iming surat yang di keluarkan cepat dan tanpa mengikuti prosedur yang berlaku (tanpa melakukan Pemeriksaan covid-19 dengan metode SWAB Antigen SARS CoV-2),

setelah mendapat Informasi tersebut kemudian tim pun bergerak ke rumah SS pada pukul 14.00 Wit yang berada di Kompleks Dervas Kec. Namlea Kabupaten Buru, setelah itu dilakukan interogasi bahwa benar dirinya sudah sering melancarkan aksinya sebagai Calo Pembuatan Antigen Palsu dan bekerja sama dengan pihak APOTEK MARINI FARMA diantaranya pegawai Apotik dan Dokter sehingga pengakuan dari SS mengatakan bahwa setiap pasien pembuatan Antigen maupun Rapid Tes yang melalui pemeriksaan maupun tidak melalui Pemeriksaan atau PALSU diberikan Fee sebesar Rp. 50.000 Oleh Dokter dan dari pengakuan saudara SS tim pun bergerak cepat menuju APOTEK MARINI FARMA,

setelah tiba di lokasi tim pun menemukan karyawan apotek Yakni saudari IS dan saudari SM beserta barang – barang  Bukti berupa Surat Rapid Tes Antigen yang Palsu. Kemudian Mereka dibawa dan diamankan ke Polres Pulau Buru untuk diproses lebih lanjut.

kini pelaku pembuatan Antigen palsu disangkakan dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP dengan ancaman pidana 6 Tahun penjara.

Maluku.p.Buru.

Laporan Idris wael