Tim F1QR Lanal TBK Berhasil Menggagalkan Sabu-sabu 2 KG Asal Malaysia

Suararepublik.news – Tim F1QR Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun (Lanal TBK) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis Sabu-sabu asal Malaysia seberat 2 kilogram, Senin (8/6) di perairan Pulau Karimun Anak Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam kasus ini, Lanal TBK turut mengamanatkan 3 pria sebagai tersangka bersama barang bukti 1 unit speedboat pancung tanpa nama mesin Tohatsu 18 PK yang digunakan para tersangka sebagai sarana dalam penyelundupan narkotika jenis Sabu-sabu ke Indonesia melalui perairan Karimun.

Dari hasil kasus ini ada tiga pelaku MS (45) warga Kampung Tengah Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, H alias B (37) warga Pelambung Desa Pongkar Kecamatan Tebing dan NS alias A (35) warga Pelambung Desa Pongkar RT Kecamatan Tebing Tanjung Balai Karimun,” papar Dalantamal IV, Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto, Selasa (9/6/2020) di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun.

Selain kita mengamankan ketiga pelaku, juga diamankan barang bukti lainya berupa, 1 buah HP merk Realme Hitam, Uang Tunai Rp 189 ribu dan RM 2, KTP atas nama Handri dan 1 unit speedboat pancung tanpa nama mesin Tohatsu 18 PK yang digunakan para pelaku sebagai sarana dalam penyelundupan.

Modus para pelaku dalam menjalankan aksinya ataupun penyelundupan barang haram tersebut, sangatlah rapi. Yakni menyamar sebagai nelayan dengan melengkapi speedboatnya dengan perlengkapan jaring ikan. Sabu yang dibawa dari Malaysia tujuan Karimun itu, Pelaku mengaku dijanjikan pembayaran sebesar RM 20.000 atau setara dengan ± Rp 66 juta apabila berhasil dalam menjalankan aksinya.

Penyelundupan itu terungkap pada saat Tim F1QR melaksanakan patroli rutin di wilayah kerja Lanal TBK. Sekitar Pukul 04.20 WIB, tim mendeteksi 1 unit speedboat yang mencurigakan dan berusaha kabur setelah melihat patroli Lanal TBK. Selanjutnya dilakukan pengejaran hingga pukul 04.25 WIB.

Pada posisi koordinat 1º.7’.206”N – 103º,24’.446”S di sebelah selatan Pulau Karimun Anak, tim berhasil menghentikan speedboat tersebut dan melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang menampakan gelagat mencurigakan. Saat dilakukan penggeledahan, tim menemukan sobekan plastik yang dilakban di atas jaring.

Melihat hal itu, tim curiga dan menduga sobekan tersebut adalah bungkus dari barang yang baru saja dibuang kelaut. Selanjutnya tim melakukan penyisiran disekitar pesisir perairan Karimun Anak (Lintasan Speedboat tersebut_red) dan ditemukan 2 kantong pelastik kemasan teh China berwarna hijau ditempat yang berbeda (Berdekatan).

“Pelaku mengaku sabu dibawa dari Malaysia dengan cara transfer boat to boat dengan cepat di perbatasan RI-Malaysia (STS Line). Selanjutnya dibawa boat penerima menuju Karimun, Provinsi Kepri. Diduga ada lagi pelaku lainnya,” tambah Kolonel Laut (P) Indarto Budiarto mengakhiri.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 113 Ubdang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati atau pidana hukuman 20 tahun penjara serta denda sebesar R 10 Miliar. Proses lanjut penanganan kasus tersebut, diserahkan kepada penyidik BNN Provinsi Kepri.

Dalam press rilis itu, turut dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq, Ketua DPRD Kabupaten Karimun M Yusuf Sirat, Danlanal TBK Letkol Laut (P) Mandri Kartono, Dandim 0317/TBK Letkol Inf Denny, Kepolisian Resor Karimun, BNNK Karimun dan tamu undangan lainya. Iqb