Jakarta, Suararepublik.news – Agustus 2021, Suara Republik News, Untuk mengetuk hati  yang terdalam Bapak Presiden Joko Widodo.  Dihari ke 50 perjalanan Toba – Jakarta atau  hari ke 6 sejak tiba di Jakarta, belum ada tanda-tnda  untuk diterima oleh presien Jokowi,meskipun sudah diviralkan  oleh berbagai media cetak, online maupun elektronik. Maka  Anita Marta hutagalung Bersama Togu Simorangkir mengirim surat  kepada Presiden Jokowi. Yang intinya menceriterakan  TIM 11  yang mengadakan aksi jalan kaki dari makam Pahlawan Sisingamangaraja XII Soposurung Balige yang diawali dengan doa Kepada Tuhan yang maha kuasa  dan arwah leluhur Sisingamangaraja yang berangkat mulai 14 juni  tiba di Jakarta 27 juli 2021. Tujuan kami kata Anita dalam suratnya; ingin beretemu langsung kepada Bapak Jokowi untuk mengadukan  keresahan kami dan masyarakat seputar  danau Toba. Bukan hanya persoalan keadaan  Danau Toba  yang sudah tercemar, tidak seindah dulu, suhu yang memanas debit air yang sangat menurun, hutan yang gundul mengakibatkan  terjadinya banjir bandang di kota wisata Parapat.Tetapi  sungguh banyak persoalan serta konflik yang muncul di masyarakat dengan PT.TPL, termasuk perampasan tanah Adat, perlakuan  yang tidak manusiawi hingga memakan korban  meninggal sebanyak 31 orang .

Peristiwa Natumingka 18 Mei 2021, membuat masyarakat geram, marah sekali, termasuk Togu Simorangkir  yang mencetuskan  ide Aksi jalan kaki TUTUP PT.TPL.. Ide  itu muncul hanya sesaat akhirnya terkumpul 11 0rang  yang menjadi cikal bakal Tulus Ikhlas Militan ( TIM)11 Saya kata Anita Martha Hutagalung ( 54) tahun  yang biasa dipanggil Oni dalam suratnya mengatakan  sudah menjadi opung yang memiliki 2 cucu belum saling kenal dalam TIM 11 ,yang dia kenal hanya  togu Simorangkir (45) dan anaknya Suara Republik NewsBumi simorangkir( 8 ). Kenalnya diantara 11 orang itu baru  H – 1. Kami bukan aktivis,bukan orang partai,   bukan anggota ormas manapun. Kami bergerak  tanpa disponsori siapapun, Kami dari berbagai daerah, dari Serapuh, Muara, Parapat, Ajibat,Pandumaan, Perdagangan ,Binjai, Tongging yang dipersatukan   visi /misi yang sama  Semua disatukan dengan untuk Danau Toba dan alam Sekitarnya yang lestari. Kami rela meninggalkan keluarga, dan Keluargapun merelakan kami  disertai denga doa.

Bapak Presiden Jokowidodo yang baik hati, TIM 11 sudah sampai di Jakarta 27 Juli 2021, tapi Langkah kami  terhenti di Jalan Sisigamanagaraja, sekitar 8 km lagi ke istana Presiden, tidak tau apa salah kami, kok dihadang banyak petugas berseragam dan bersenjata lengkap sambil mengumandangkan lewat mikhrofone untuk berhenti dan melakukan swab. Semua TIM 11 di swab, semua negatif, kecuali Togu Simorangkir reaktif, akhirnya dimasukkan semua ke mobil keranjang ( mobil tahanan -red) dan digiring ke wisma Atelit,dengan deruan sirene  untuk dikarantina. Anehnya semua yang negative dengan yang reaktif  kok dijadikan satu.Sampai di Wisma atelit suruh tunggu di mobil tahanan , tidak boleh turun.  Setelah beberapa lama dgiring lagi ke rusun Pasar rumput. Dan dikumpulkan dalam satu tenda dimintai KTP, didata dan dibiarkan begitu saja.Hanya Togu Simorangkir  yang masuk kegedung., didata dan dibiarkan begitu saja. Hanya Togu yang boleh masuk kegedung.Lama berselang ,kami digiring lagi dengan mobil tahanan ke Polres akarta Pusat.Apa dasar petugas membawa kami  Kekantor polisi ? kami tidak melanggar aturan , tidak bererumun tidak  melanggar PPKM.Setelah  2jam lebih dipolres Jakarta Pusat,akhirnya kami pulang  karena tidak ada satu pasalpun dari peraturan perundang-undagan yang kami  langar.

Bapak presiden  Jokowi Yang baik hati ! Sejak perisiwa in kami tertahan diapartemen Brawijaya pada hari ke 50 tanggal 2 Agustus 2021,tinggal 15 hari lagi Detik-detik peringatan Hari Kemerdekaan ke 76. Akan kah kami menunggu sampai peringan Proklamsi Kemerdekaan RI yang ke 76 ini,  kami boleh diterima Presidn Jokowi ?  atau kami boleh ketemu sebelum 17 Agustus 2021, agar kami ikut memperingati kemerdekaan  dikampung halaman  sekaligus merdeka dari intimidasi dengan harapan  PT.TPL  ditutup  agar merdeka mencari nafkah ditanah leluhur kami/ tanah adat kami yag sudah dihuni puluhan tahun lalu ? ( Ring-o)