Suararepublik.news,  Tulungagung 20/05/2021-  Ironis, anggaran ratusan juta untuk rehabilitasi  kolam balai benih ikan (BBI), yang berlokasi di bengkok milik Kelurahan Jepun, tahun 2020 yang berada di dinas perikanan kabupaten Tulungagung ternyata ada sekitar 3 kolam yang disewakan kepada pihak swasta.Hal tersebut dibenarkan kepala dinas di dinas perikanan lugu tri.h. ketika ditemui di ruangannya(20/05/2021)

“Awalnya dulu jamannya dipegang oleh mantan kadin yang lama  pemanfaatan kolam tersebut digunakan oleh anaknnya sendiri tapi karena tidak ada pemasukan sama sekali akhirnya semuanya kita rubah ,Karena dari aturan yang ada harus ada pemasukan ke PAD kabupaten sebanyak 65 juta pertahun untuk keseluruhan pemanfaatan kolam tersebut. sehingga untuk 3 kolam kita alihkan kepada swasta yang lain untuk budidaya ikan koi  dengan nilai kontrak tiga ribu lima ratus rupiah per meter persegi atau tujuh juta untuk kontrak 1 tahun, sedangkan kolam yang lainnya untuk budidaya ikan lele, guramih serta hal ini jangan disalah artikan kalau penyewaan kolam tersebut atas dasar kepentingan pribadi karena ada surat perjanjian kontrak yang sudah sesuai aturan yang ada.”jelas kadin perikanan.

Ketika dimintai pernyataan terkait pihak swasta yang menyewa kolam tersebut beliau enggan menyebutkan nama.

“Untuk  yang menyewa tersebut termasuk salah satu orangnya bapak bupati dan Kapolres sendiri juga mengetahuinya siapa si “A” ini.”jelas kadin perikanan dengan nada agak meninggi.

Tentang  ketentuan kontrak pihak penyewa sejauh mana karena ada anggaran untuk rehabilitasi kolam BBI Jepun tersebut tahun anggaran 2020,beliau hanya menjelaskan secara singkat tanpa menunjukkan bukti surat kontrak tersebut.

“Pihak penyewa hanya memanfaatkan kolam tersebut sesuai kontrak sedangkan untuk pemeliharaannya sesuai anggaran yang diambilkan dari PAD”pungkas Lugu tri.h…..Ly/Yps/kbt