Suararepublik.news – Warga serpong yang mengaku tanah miliknya diklaim oleh PT Bumi Serpong Damai (BSD) mengirim surat kepada Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk meminta penjelasan status dan riwayat kepemilikan tanah tersebut.

Sebab, sampai dengan hari ini keluarganya tidak pernah merasa menjual kepada siapa pun.

“Suratnya sudah kita kirim ke kecamatan dan alhamdulilah langsung diterima oleh Bu Camat. Isi dalam suratnya permohonan ingin meminta surat pengalihan hak (SPH) yang dimaksud oleh bu Camat beberapa waktu lalu,” ungkap Neneng Amsiah selaku Ahli Waris kepada Tangerangonline.id saat diminta keterangan Jum’at (21/02/2020).

Lebih lanjut, dengan dilayangkannya surat permohonan itu, Neneng berharap pihak kecamatan dapat segera menunjukan SPH yang dimaksud dan menjelaskan status kepemilikan tanah tersebut.

“Mudah-mudahan camatnya punya hati nurani dan membantu warganya dan memberikan penjelasan status tanah tersebut, karena kami tidak pernah menjualnya, AJB aslinya pun masih ada. Kalau kita melawan BSD harus menggunakan pengacara, dari mana uangnya, jangankan bayar pengacara, makan aja susah bang,” tuturnya.

Sementara, Camat Serpong Dwi Suryani saat dikonfirmasi prihak terkait mengatakan, pihaknya akan memproses surat yang dimaksud sesuai dengan standar operssioanl prosedur (SOP).

“Iya, nanti kami proses, akan kami pelajari dulu, saya harus ke Staf PPAT Kecamatan dulu, biasanya 14 hari kerja baru ada jawaban,” singkatnya saat dikofirmasi prihal terkait.

Seperti diberitakan sebelumnya, tanah seluas seribu meter persegi di Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi rebutan kepemilikan antara warga dan PT Bumi Serpong Damai (BSD).

Tanah tersebut berlokasi di dalam Komplek Perumahan Elit Puspita Loka, Tepatnya berdekatan dengan objek wisata Taman Kota 1 Serpong. (Ban)