Buru, SuaraRepublik.Nws – Yohanes Nurlatu mengaku tidak ada setoran dari tambang ilegal Gunung Botak (GB) untuk Kapolres Pulau Buru maupun TNI. Dianggap sha-sha saja,Namun Yohanes harus menyadari kalau Yohanis sendiri telah memberikan lahan untuk salah satu pengusaha untuk menjalankan kegiatan tongk di lokasinya yang berada di tanah merah unit 10.

“Stekmen Yohanes Nurlatu Selama kita bekerja di gunung botak belum pernah ada setoran ke Kapolres maupun TNI.Jadi itu berita bohong,” klarifikasi Yohanes Nurlatu, Yohanes Nurlatu saat bersilaturahim dengan Sekda,. Muh Ilyas Bin Hamid SH MH bertempat di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Buru, pada Kamis sore (05/08/2021).

Kamis pagi pihak kepolisian terus menyisir rendaman ilegal di sekitar Sungai Jalur A & B. dan kembali memusnakan rendaman yang masi tersisa,dengan cara dibakar dan dirusak agar tidak lagi berfungsi.

Lanjut-kedatangan Yohanes Nurlatu dan sejumlah tokoh adat itu dibawa oleh Mantan ketua Parlemen Jalanan , Rusman Soamole yang akrab dipanggil Ucok.

Di hadapan sekda, Yohanes Nurlatu memasalahkan demo Mahasiswa Buru di Ambon beberapa hari lalu yang meminta Kapolda copot Kapolres.”Yang demo di Ambon mahasiswa atas nama masyarakat Buru. Disini kami tidak menyuruh mereka untuk bilang copot jabatan Kapolres,”tukas Yohanes Nurlatu.

Seteah menyampaikan pendapat membela Kapolres, Yohanes dengan suara yang lantang juga meminta wartawan agar tidak menyiarkan negatif tentang pimpinan di Kabupaten Buru.”Teman-teman wartawan saya mohon kalau kasih naik berita apapun tolong jangan disebar-sebar kita punya pimpinan di daerah, contoh pak Kapolres, pak Kapolsek.Mereka itu pagar negara buat kita,”mohonkan Yohanes yang mendapat aplous tepukan tangan dari sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan itu.

Yohanes meminta pers dan mahasiswa agar berkoordinasi baik-baik .Bahkan ia melontarkan kalimat yang menyerang wartawan.”Teman wartawan setiap hari nongkrong di Tong, kenapa tuduh pak Kapolres minta uang. Saya tidak punya bukti kalau pak Kapolres minta uang..Tapi kalau mereka di tong saya punya bukti,”sergah Yohanes Nurlatu.

Diakuinya, kalau Tambang Gunung Botak ini memang belum punya izin.Tapi atas nama masyarakat, ia memohon agar sekda Buru mau sampaikan ke gubernur Murad Ismai agar masyarakat  bisa tetap kerja di sana.”Kasihan dengan masyarakat, saya bicara ini air mata mau gugur pak.Mereka tiap hari mengeluh bapak soa ini bagaimana Kita punya anak sekolah, kuliah, tidak bisa dibiayai,”ungkit Yohanes.

Sekali lagi, Yohanes Nurlatu  tolong meminta kepada pers dan agar ke depan bila hendak menaikkan berita soal GB agar berkoordinasi.”Kalau mau kasih naik berita datang dulu.Kita kerjasama, bukan kita warga negara lain, kita warga negara Indonesia kok,”dalih Yohane

Berlanjut Didi Wael,Terkait nama yang telah di sebut Yohanes.Didi Wael bantah dan Memintah Yohanes agar diklaripikasi kembali Ucapan-nya.karena menurut Didi Wael,”Ia terlibat di lapangan karena sedang melakukan Impestigasi untuk mendapatkan impormasi yang lebih akurat terkait kegiatan tongk juga Rendaman yang sedang berlangsung di beberapa lokasi termasuk tong yang sedang beraktifitas di lokasinya Yohanes itu sendiri.

Menurut Didi Wael stekmen Yohanes Di DPRD itu sangatlah keliru.karena saat Didi Wael, berada dirumah yohanes pada juamat -16-07(2021) itu bertepatan dengan kegiatan pemindahan kuburan   di Desa waitina.dan  atas permintaan Yohanes sendiri yang mengundan untuk datangi rumahnya di Desa waitina,karena Yohanes merasa Geram saat berita yang dinaikan ada kaitannya dengan aktifitas Dompeng milik Yohanes di gunung botak.yang suda dinaikan oleh Didi Wael.dan saat iya berada di rumah Yohanes,Ia pun tidak pernah Memintah apapun apalagi menyinggung soal uang yang telah disampaikan Yohanes Saat berada di DPRD kabupaten buru. menurut Wael keterangan yang suda disampaikan itu tidak benar sama Skali,bantah Didi Wael.

Dan kalo pun ucapan itu tidak di klarifikasi oleh Yohanes, maka Didi Wael akan tempuh jalur hukum karena hal itu menyudutkan tentang nama baiknya.