Suararepublik.news Tulungagung 01/04/2021,,Dalam rencana diadakanya pembangunan Tempat pemakaman Modern ke 2 di indonesia setelah yang pertama ada di wilayah Karawang,maka akan ada pembangunan Tempat pemakaman moderen ke 2 sebagaimana nantinya juga sebagai tempat wisata yang berlokasikan di desa Ngepoh kecamatan Tanggunggunung Kabupaten Tulungagung provinsi Jawa Timur.

Maka dari itu perlu diadakan sosialisasi dengan tujuan meraih hasil yang maksimal,tanpa menimbulkan prokontra dikemudian hari dengan masyarakat setempat

Menyikapi rencana pembangunan tersebut hari ini Kamis (01/04/2021) diadakannya Konsultasi publik yang bertempatkan dibalai desa Ngepoh mengenai Amdal pembangunan tempat pemakaman modern dan fasilitas penunjangnya yang akan diberi nama Shangrila Memorial Park.

Ada 9 Kepala Dinas yang Hadir dalam kegiatan meliputi Dinas Kehutanan,Dinas Pariwisata,Dinas Pengairan,Dinas Pertanian, PUPR,Dinas Lingkungan Hidup,Dinas Perhubungan,Dinas Penanaman modal,Bappeda.Selain 9 kepala dinas juga hadir dari pihak PT.Sang Lestari Abadi,Camat Tanggunggunung beserta beberapa kasi yang membidangi,Kapolsek Tanggunggunung,Danramil Tanggunggunung serta babinsa desa ngepoh,kepala desa ngepoh,kepala desa Ngrejo,serta Tokoh Masyarakat desa Ngepoh

Santoso selaku kepala DLH saat Sambutan menyampaikan bagaimana untuk dapat menyikapi dalam dampak yang didapatkan,dampak positif seperti apa dan harus meminimalisir atau mengurangi dampak negatif sebagai mana sesuai dengan pesan dari Bupati Tulungagung Bapak Maryoto birowo

“Perlu saya sampaikan kami sudah studi banding bersama Pemrakarsa dari PT.Sang Lestari Abadi dengan penangung jawab Hendra Thiemailatu dan Penyusun dari CV.Rona Lestsri,ST

dengan penangung jawab Umi Nurhayati,tentang bagai mana dampak positif dan apa dampak negatifnya,namun yang kami ketahui Dengan Positifnya akan lebih besar dibanding dampak negatifnya.Terlebih saat kami sampaikan kepada Bapak Bupati Tulungagung Beliau meminta agar dampak negatifnya dibuat seminim mungkin dengan mengutamakan dampak positif dimasyarakat.Sekali lagi saya berpesan jika masih ada ketidak sepahaman atau keluhan dari masyarakat bisa disampaikan ke kami selaku dari Dinas Lingkungan Hidup,dan perlu diketahui Dampak positif yang Akan didapatkan bukan hanya satu dua tahun namun Akan berkelanjutan”tegasnya

Santoso juga menambahkan,”Bawasanya untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan maka perijinan diurus secara bersamaan mengenai lahan yang akan digunakan sudah sampai BPN,terutamanya persyaratan Amdal sudah dan Amdal Lalin sudah sampai Dishub”.

Saat ditanya terkait Kepemilikan lahan,Santoso menjelaskan bawasanya tanah tersebut merupakan HGU PT.Lestari Agro Kencana yang menaungi Perkebunan khususnya Coklat,untuk pendanaan berapa jumlahnya karena  sepenuhnya menjadi Wewenang dari Pemrakarsai yakni PT.Sang Lestari Abadi

Begitu juga yang di Tegaskan oleh Mas Tulus Selaku Delegasi PT.Sang Lestari Abadi,”Untuk perijinan sudah masuk BPN dan ijin Pertek sudah masuk bahkan kami bayar kemarin,tinggal Pelepasan HGU dan HGB proses sampei Jakarta,dari PT Lestari Argo Kencana ke PT.Sang Lestari Abadi.Dalam  pembangunan sendiri hanya sebatas kantor,tempat ibadah,penginapan,resto dan tanah lapang yang mungkin secara bertahap dengan waktu yang lumayan lama.Mengenai anggaranpun kami belum bisa menyebutkan sebelum perijinan selesai”,jelasnya…Yps/Kbt