Suararepublik.news Tulungagung 28/08/2020,, Saat pemerintah getol berupaya memutus mata rantai Covid-19, namun justru sebaliknya warga nggolong dusun Njingring Desa Pakisrejo,  Kecamatan Tanggunggunung  Kabupaten Tulungagung, ini mengadakan kegiatan bola voli persahabatan antar club bola voli dusun bahkan ada yang diluar kecamatan Tanggunggunung. Numun, pada Kamis 27 agustus  2020 berkisar pukul 22.30 saat Yoga

Puji Santoso (27) yang juga warga kecamatan Tanggunggunung saat mempertanyakan waktu jam malam dikarenakan  masih ada empat Club bola voli yang dimalam itu juga yang akan bertanding.namun niatan baik itu justru mendapat bentakan dan berujung pengeroyokan dari pihak panitia penyelenggara.

Merasa nyawanya terancam,  pria yang juga wartawan mingguan koran Suararepublik.news ini pun lari mengamankan diri dan saat itu pula langsung menghubungi pihak Kanit Polsek setempat.  Namun, ironisnya,  pihak yang dihubungi ini pun terkesan tutup mata alias mengabaikan laporannya itu.  Ada apakah dibalik semua ini?

Merasa tidak ada tanggapan dari pihak polsek,  pria yang biasa di sapa Bondhet,pada hari Jumat 28 agustus 2020,  pukul 11.00 akhirnya melaporkan penganiayaan yang terjadi pada dirinya itu ke pihak Polres Tulungagung.

”Sebenarnya saya hanya menanyakan soal waktu jam malam sudah hampir habis,  tapi malah saya dibentak dan langsung dikeroyok.  Karena nyawa saya merasa terancam,  akhirnya saya pun lari dan langsung menghubungi bapak kanit (Rindu, red) lewat seluler.  Tapi sampai (Jumat siang, red) sekarang pun tidak ada jawaban atau mempertanyakan masalah saya,” kata Yoga saat ditemui di Polres Tulungagung pada hari Jumat 28 agustus 2020

Dari hasil visum saat ini dirinya mengalami lebam yang ada ditubuhnya.  Bahkan,  tangan kirinya mengalami lebam yang cukup besar setelah dijepitkan di pintu rumah warga oleh salah satu warga. yang menurut keterangan beberapa saksi mata merupakan orang yang sama dengan yang memukul dada kiri korban

Namun,  pertanyannya,  terselenggaranya kegiatan bola voli yang dihadiri ratusan penonton tersebut  perlu dipertanyakan.  Pasalnya,  siapah yang mengizinkan kegiatan bola voli persahabatan antar desa itu bisa terselenggara.  Bahkan, seperti biasa,  kegiatan-kegiatan seperti itu indektik dijadikan ‘ajang’ perjudian para bebotoh.