Suararepublik.news 04/01/2021 Tulungagung,,, Puluhan warga desa di desa Wates kecamatan campurdarat kabupaten Tulungagung datangi balai desa untuk pertanyakan proses pengurusan sertifikat tanah (2/02/2021) yang diajukan sebelumnya melalui perangkat di desa tersebut .Sukiyat Anton Sujarwo selaku perwakilan warga yang ditunjuk menjelaskan didepan kepala desa,sekretaris desa,Gunawan selaku kaur pembangunan.

“Kedatangan kita sesuai dengan surat pernyataan yang dibuat sebelumnya tentang pengurusan sertifikat yang akan diselesaikan bulan Januari atau Pebruari 2021 dan ternyata sampai saat ini belum bisa selesai semua”kata Anton.

Sebelum hal tersebut dijawab oleh pihak yang menangani langsung,beliau(Anton) menjelaskan sedikit awal permasalahan tersebut.”Sekitar tahun 2017 beberapa warga mengajukan pembuatan sertifikat tanah ke Suparman selaku sekretaris desa yang selanjutnya oleh sekdes diarahkan ke Gunawan yang sekarang menjabat sebagai kaur pembangunan dan semua biaya untuk pengurusan tersebut sudah dibayar semuanya tetapi sampai habis waktunya sesuai pernyataan yang telah dibuat 7 bulan yang lalu belum ada satu sertifikat yang diterima”jelas Anton sambil menunjukkan bukti kwitansi pembayaran untuk pengurusan sertifikat tersebut.

Menjawab hal tersebut sekdes tidak menampik pernyataan yang dikeluarkan oleh Anton.”Awalnya memang seperti itu tapi untuk penanganannya sudah diarahkan ke Gunawan,sedangkan prosesnya sudah sejauh mana,biar beliau yang menjelaskan”jelas sekdes.

“Kita sudah berusaha keras agar proses pengurusan cepat selesai karena banyak hal yang terjadi misal adanya wabah covid-19 serta pengajuan ke pertanahan yang harus melalui online sehingga sampai sekarang prosesnya masih sekitar 50 persen”kata Gunawan memberi penjelasan terkait keterlambatan pengurusan sertifikat tersebut.

Karena merasa tidak puas atas jawaban tersebut sempat keadaan memanas ketika para pemohon melalui perwakilan meminta kesanggupan dalam bentuk pernyataan tertulis ke pihak Gunawan dan Suparman untuk menyelesaikannya.

Tapi hal tersebut tidak berlangsung lama yang akhirnya disepakati untuk membuat surat pernyataan lagi.

Nyoto selaku kepala desa yang ditemui selepas membuat surat pernyataan tersebut menjelaskan akan bertanggung jawab penuh mengawal hal tersebut.”Semua prosesnya akan kita kawal langsung agar pihak Gunawan dan Suparman bisa menyelesaikan hal ini sesuai dengan surat pernyataan yang dibuat yaitu sekitar bulan 10 tahun 2021,khususnya saudara Gunawan untuk kali ini tidak akan diberikan waktu khusus sehingga yang bersangkutan harus bisa menyelesaikan tanggungannya diluar jam kerja karena yang bersangkutan  sudah pernah diberikan waktu khusus selama 7 bulan agar bisa menyelesaikannya dan pada saat itu pekerjaannya dibantu rekan-rekan perangkat lainnya”jelas Nyoto.

Sedangkan adanya dugaan praktek percaloan yang dilakukan dalam hal pengurusan sertifikat tanah berdasarkan pernyataan pihak perwakilan warga,beliau(Nyoto)enggan berkomentar terlalu jauh.”Hendaknya apa yang telah terjadi hari ini bisa menjadi pembelajaran untuk kedepannya sampai ditemukan hal yang sama maka akan diberlakukan sanksi secara administrasi karena secara aturan ASN ataupun perangkat tidak diperbolehkan melakukan praktek tersebut”ujar nyoto.

Menutup pernyataannya pihak perwakilan warga(Anton) berharap semuanya bisa diselesaikan tepat waktu sesuai pernyataan yang dibuat.”Kita berharap bulan 10 nanti semuanya sudah jadi dalam bentuk sertifikat tanah dan tidak diundur lagi”pungkas Anton yang mewakili lebih dari 40 pemohon pengurusan serifikat tanah tersebut….Yl/Yps/Kbt