Kota Tangerang,Suararepublik.news – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ( STIKes ) Yatsi adakan Seminar Ilmiah Kebidanan dan keperawatan dengan tema Clinical Media Learning With Preceptor Advancement Of digital Technology.                  

Acara Ilmiah seminar ke Bidanan dan ke Perawatan di adakan di Aula Gedung STIKes Yatsi Jalan Prabu Siliwangi Gembor Kecamatan Priuk Kota Tangerang Banten,senin ( 25/11/19 ).                      

 Dalam acara tersebut dihadiri Oleh

Ibu Ida Farida.S.Kp.,M.Kes,Dr.Sopian Abidin.MM, Ketua Yayasan, Dr.Tresna Ketua STIKes Banten

dan Turut hadir nara sumber seminar Prof.Dr.Che An Binti Ahmad dari Masa Univercity Malaysia,

Hj.Sofiah KA,S,ST.,M.Kes Ikatan Bidan Indonesia, Agung Waluyo.S,Kp.,Msc.,p.hD dari UI.                  

Adapun dalam acara tersebut guna untuk meningkatkan integritas ke Bidanan dan ke perawatan Kampus Yatsi Tangerang dengan mengadakan seminar terkait  upaya peningkatan mutu profesi Bidan dan Perawat”tujuanya agar supaya peserta seminar mendapat informasi dan ilmu, sekaligus juga untuk menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi pemilik profesi di bidang Medis.                                           

 Ketua STIKes Yatsi,Ida Farida. S.Kp.,M.,Kes dalam kata sambutanya menyampaikan

Alhamdulillah pada hari ini STIKes Yatsi mengadakan Seminar dan Worskhop dengan Tema, ” Clinical Media Learning With Preceptor Advancement Of digital Technology,” Tema ini di angkat oleh STIKes yatsi karena tema ini telah di diskusikan sebelumnya dengan  Prof.Dr.Che An Binti Ahmad, selama ini sebagian besar di Indonesia metode pembelajaran Clinical masih mengunakan dengan Clinical Insctrakter atau PI belum mengunakan model Propreceptorpic di mana kita ketahui di sini ada beberapa peserta dari beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi Clinical Instrakter bahwa dengan model PI ada beberapa kendala atau hal hal yang belum kita capai dengan berbagai kondisi di ruangan  jumlah pasien yang banyak dan sobtegsipitas persiapan yang ada di ruangan serta invaimen serta lingkungan Rumah Sakit yang begitu komplek sehingga emang perlu ada peningkatan model pembelajaran yang dilakukan di Clinical Instrakter dan Almahdulillah dalam acara ini turut hadir peserta dari berbagi instansi Kesehatan baik itu peserta dari Rumah Sakit, Puskesmas dan yang memang sudah berkeja sama dengan STIKes Yatsi Tangerang di mana mahasiswa dan mahasiswi menjalankan peraktek,saat ini sudah terjadi pergeseran pembelajaran Cilinical yaitu Prceptortip model,dimana pada Prceptotip model peran sebagai perawat menjadi peroses pembelajaran bagi mahasiswa mahasiswi dan di harapkan dengan kegiatan ini maka pembelajaran yang kita lakukan di Clinical menjadi lebih efektip,

apa lagi pada saat ini Juga ada narasumber yang mengerti dalam pakarnya, semoga kegiatan ini bermanfaat untuk kita semua untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien dan masyarakat yang membutukan pelayanan medis, dan seminar ini bisa dapat menjadikan sebagi wawasan dan bembelajaran untuk perwat maupun bidan yang hadir disini,”ujarnya.       Sementara Dr.Sopian Abidin.MM.

Ketua Yayasan dalam kata sambutanya menyampaikan  kepada pesrta seminar banyak terima kasih atas terselengaranya Semiminar dan Worskhop ini,kepada panitia dan pengurus,yang telah Bekerja dan mempersiapkan segala sesuatunya demi tercapai nya seminar ini, Saya juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Ibu Ida Farida  yang sudah membina hubungan baik  dengan Universitas Marsa di Kuala Lumpur Malaysia dan STIKes Yatsi,”ungkapnya.                              DR.Sopian menambahkan,sekaku Ketua Yayasan pada tahun 2005 saya sendri sudah pernah study banding ke Kuala Lumpur Malaysia dan berkunjung ke Rumah Sakit Pantai yang ada di Malaysia, saya melihat pelayanan Kesehatan dan pendidikannya untuk Mahasiswa,maMasiswinya lebih maju dan epektip, saya mempelajari sistem Pendidikan yang ada di Malaysia dengan sangat teliti,saya berharap dengan model Precepktorcip ini di upayakan pembelajaran di Klinik lebih optimal lagi, Mahasiswa Mahasiwi kita menjadi lebih kompeten,  terkait dengan kendala tidak terlalu signifikan tapi kita lebih kepada bagaimana Mahasiswa bisa lebih efektif. Pungkasnya,” ( Fredy/Tim