Namlea.SuaraRepublik.News – Penemuan aktivitas penambangan ilegal di kawasan Gunung Botak, Kecamatan Waelata, Kab. Buru, Maluku pada 23 Desember 2020, berujung pada penyisiran yang di pimpin langsung oleh Kapolres Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja.

Tertanggal 26 Desember Kapolres Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja bersama TNI turun ke lokasi tambang ilegal dan melakukan pembersihan.

Nampak bekas tembak larut berserakan di lokasi yang dilalui oleh rombongan aparat dalam penyisiran.

Jul Batpoti Sekertaris Umum HMI Cab Namlea mengapresiasi langkah cepat Polres Buru dalam hal ini Kapolres dan Wakapolres bersama TNI AD dalam menindaklanjuti aduan masyarakat.

“Saya mengapresiasi langkah cepat Polres Buru dalam hal ini Kapolres dan Wakapolres yang bergerak begitu cepat setelah menerima aduan masyarakat dan saya yakin Polres P. Buru juga tak tinggal diam dan membiarkan proses pertambangan itu berjalan secara ilegal” kata Jul, Rabu (30/19/2020)

‘Jul pun menambahkan agar masyarakat proaktif dalam pengawalan bersama pihak polres untuk memberantas PETI tanpa harus mengkerdilkan satu pihak manapun

“masyarakat harus pro aktif bersama pihak penegak hukum, tak boleh saling menyalahkan pihak manapun karena saya yakin pihak Polres P. Buru dalam hal ini Kapolres dan wakapolres sudah bekerja semaksimal mungkin cuman itu wilayah cukup besar sehingga ada banyak celah untuk orang bekerja disana”

“Jul yakin jika sinergritas di bangun antara masyarakat dan pihak Polres pasti akan meminimalisir pekerjaan di lokasi tersebut.Ujar-nya