Tangerang-Suara Republik. News – Pelaku pencoretan dan merobek Al Quran Satrio Katon Nugroho sempat menyebut nama seorang wanita saat polisi melakukan interogasi. Wanita itu bernama Alda yang tak lain adalah tetangga Satrio.

Jawaban ini diperoleh polisi saat Satrio diberikan pertanyaan oleh petugas kepolisian Polsek Pasar Kemis terkait adakah orang lain yang bersamanya saat melakukan aksi vandalisme.

Hal ini disampaikan oleh Bapak kandung Satrio, Karjono saat mendampingi anaknya di interogasi.

Jadi anak saya saat ditanya sama polisi pertama mengakunya berdua sama Alda. Kemudian saya luruskan karena Alda tidak pernah keluar bareng Satrio,” ujarnya.Lalu ditanya lagi sama polisi dimana ketemunya sama Alda. Satrio menjawab lewat hubungan batin bertemu dengan Alda,” sambungnya.

Pantauan awak media di lokasi, rumah Alda tepat didepan Musala Darussalam, sekitar 10 langkah dari rumah Satrio. Dia adalah anak dari Nunung.

Awak media mencoba mewawancarai Nunung terkait pencatutan nama anaknya. Dia membenarkan bahwa Satrio mengaku saat dipertanyakan polisi.

Iya Satrio sebut nama Alda anak saya saat ditanya polisi tentang itu. Katanya melalui kebatinan. Kata Alda batin dari mana, saya pernah ketemu juga enggak,” ujarnya.

Nunung memastikan, anaknya tidak pernah bertemu dengan Satrio. Terlebih saling komunikasi dan ada hubungan asmara.

Alda kenal sebatas tetangga saja. Enggak ada namanya pacaran. Saya pastikan tidak hal itu,” jelasnya

Jadi anak saya saat ditanya sama polisi pertama mengakunya berdua sama Alda. Kemudian saya luruskan karena Alda tidak pernah keluar bareng Satrio,” ujar Karjono.

“Saya memerhatikan anak saya. Maaf-maaf kata yah, anak saya juga gaulnya dengan temannya di sono (kampus),” sambungnya.

Nunung merasa heran Satrio bisa-bisanya menyebut nama anaknya saat ditanyakan polisi. Masalahnya, hal itu sempat ramai jadi perbincangan.

Jadi ramai karena hal itu. Momennya juga Alda ulang tahun lagi (2 Oktober),” ungkapnya.

Nunung menyebut, anaknya memang sudah kenal dengan Satrio sedari kecil. Namun itu hanya sebatas tetangga, tidak ada hubungan lebih.Saya tinggal di sini sekitar sejak tahun 1998. Sama dengan mereka sudah lama. Jadi saat kecil kenal. Namun saat remaja masing-masing sibuk kuliah,” paparnya.

Kendati demikian, Nunung mengakui Satrio merupakan sosok yang rajin salat dan mengaji, hingga menunaikan puasa sunnah maupun wajib seperti bulan ramadan.

Satrio rajin salatnya. Saat bulan ramadhan lalu, puasanya dan mengaji rajin di musala. Tapi enggak ketemu dengan anak saya,” tutupnya.

Awak media mencoba untuk mewawancarai Alda. Sayangnya, dia diakui Nunung sedang sibuk mengikuti kelas online kampusnya.

Diketahui, Satrio mencoret-coret tulisan “anti islam” dan “anti agama”, sampai “saya kafir” di Musala Darussalam yang berlokasi di Perumahan Villa Tangerang, Selasa (29/9/2020).

Selain mencoret-coret tulisan, Al Quran di musala itu diberikan tanda silang dan juga disobek.

Aparat penegak hukum harus dengan tuntas menyelesaikan kasus ini,karena kasus ini ada unsur memicu intoleransi dan mengadu domba antar umat beragama dan mengkambing hitamkan kafir.Karena pelakunya jelas-jalas bukan dari golongan kafir atau agama yang beda. (D.Sitindaon)