AMBON, SuaraRepubik.News – Menanggapi Wacana isu dualisme  kepemimpinana pengurus Dewan Pimpinan Daerah ( DPD ) KNPI Provinsi Maluku .

Akhirnya  membuat Karateker KNPI  Maluku Saiful Chaniago angkat bicara terkait Isu dualisme kepengurusan Pimpinan Daerah KNPI Provinsi Maluku .

Saya perlu tegaskan kepada semua Pemuda di Maluku ,ketika saudara Haris Pratama terpilih di kongres yang berlangsung di Bogor  mengalahkan Rifalnya ,

Saudara ,Noer  Fajriansyah dan setelah kalah Saudara Noer melakukan tandingan ,hal ini kemudian di isukan sebagai dualisme ,” Ujarnya .

Kepada wartawan di warung Katong Ambon .hari Jumat kemarin ,25/ 6/21.

Chaniago menjelaskan, KNPI dibawah kepemimpinan Harris Pratama telah mengikuti mekanisme dan sudah berdasarkan konstitusi. Yang artinya, kalaupun ada yang mengisukan bahwa harus ada Musda bersama menurutnya hal itu tidaklah benar.

Lanjutnya ,Tentunya, berbagi kegiatan seminar, workshop, dan diskusi sudah banyak diselenggarakan dalam rangka merumuskan, merancang, dan mencari solusi atas berbagai wacana kepemudaan tersebut. Akan tetapi, bagaimana dampaknya terhadap perkembangan potensi kepemudaan dalam pembangunan saat ini ? .

Bagi KNPI di Provinsi Maluku, menurut Chaniago ,wacana kepemudaan juga menjadi hal yang penting untuk dibahas. Wacana kepemudaan di KNPI di Provinsi Maluku, menemukan dua momentum penting yang bisa menjadi langkah pemajuan pemuda sebagai ‘tulang punggung’ bangsa. “”lPaparnya

* ,Momentum pertama berkaitan dengan terpilihnya Saudara Haris Pratama terpilih di Kongres yang berlangsung di Bogor mengalahkan Saudara Noer Fajriansyah. Setelah kalah, Noer Fajriansyah melakukan tandingan dan ini yang kemudian diisukan sebagai dualisme.

Chaniago berharap kepada para calon Ketua KNPI Maluku yang mau bertarung di momentum Musyawarah Daerah (Musda) ini, bahwa siapapun nanti  yang terpilih sebagai Ketua KNPI Maluku dengan sosoknya yang masih muda akan melahirkan kebijakan-kebijakan inovatif, kreatif, dan mendukung pengembangan potensi pemuda dalam menghadapi tantangan zaman saat ini. Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat perlu menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan Pemerintah Daerah, terutama berkaitan dengan kepemudaan. ” Harapnya.

 Chaniago , Momentum kedua, yaitu dengan adanya Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Provinsi Maluku, merupakan salah satu organisasi yang menaungi pengembangan potensi pemuda-pemuda. Anggotanya terdiri dari organisasi-organisasi kepemudaan, seperti Organiasasi Mahasiswa, organisasi pemuda sayap partai, organisasi masyarakat, dan lainnya. Melihat keanggotaan KNPI ini, sebenarnya KNPI mempunyai peranan yang sangat sentral dan strategis dalam mengawal wacana kepemudaan yang berkembang ,” Harap Chaniago.

Kedua momentum tersebut menurut Chaniago dapat menjadi titik awal ‘pembangunan pemuda’, terutama KNPI di Provinsi Maluku Pembangunan yang dimaksud tak melulu soal pembangunan fisik-material, akan tetapi juga soal pembangunan manusia dan segala potensinya yang ada. Maka pembangunan yang diperlukan adalah pembangunan yang seimbang antara ‘fisik’ dan ‘spirit’ agar dapat saling mendukung satu dengan lainnya .” Ujarnya.

Chaniago menambahkan Pembangunan fisik dapat berupa pembangunan sarana dan prasarana untuk kegiatan kepemudaan, misalnya pembangunan pusat latihan atlet e-sport, pembangunan ruang kreativitas pemuda, maupun pembangunan pusat-pusat Wi-Fi gratis untuk mendukung inovasi bagi pemuda. Sementara pembangunan ‘spirit’ kepemudaan dapat dilakukan dengan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan soft-skill pemuda maupun melalui pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya pemuda.,”Ungkapnya.

provinsi maluku.N.lulwng. (i.w)