Suara Republik New -Tanggamus – Kepala SDN 1 Tiyuhmemon Kecamatan Pugung Tanggamus, diperiksa Kepala Bidang Ketenagaan Disdik Tanggamus, Helpin Rianda diruang kejanya. Rabu (15/7)

Helpin mengatakan, sesuai dengan kewenangan bidang, dia sudah melakukan pemeriksaan Kepala SDN 1 Tiyuhmemon selama kurang lebih 3 jam. Dari keterangan yang disampaikan Nurhayati, bahwa sebagaimana yang diberita dimedia tentang sekolahnya itu tidak benar.

Kata Helpin, dikisahkan Nurhayati, awal mulanya (M) membuka kantin disekolah, dan membantu mengajar mengisi kekosongan guru yang tidak masuk, dan tidak menuntut gaji. Sebagai sarat dia mengikuti kuliah S1 PGSD di Universitas Terbuka (UT).

Saat pemeriksaan Nurhayati didampingi dua guru berstatus THL, yaitu Deka Salvia dan Deni Siska, dia selain mengajar juga menjadi draiver antar jemput siswa. Mengenai berapa honor yang diterima keduanya, dia tidak sampai menanyakan kesana, karena menurut mereka berdua tidak ada masalah disekolah tersebut.

“Untuk pungutan uang Rp 100ribu biaya pengiputan Dapodik itu tidak ada. Sementara uang Rp 2 juta yang pernah diminta dengan dalih akan mendapatkan SK Bupati Tanggamus, juga tidak saya tanyakan karena tidak ada dalam laporan (Pemberitaan) jelas Helpin.

Pemeriksan dibuatkan berita acara bermaterai, sebagai bentuk tangungjawabnya dengan Disdik, karena bidang hanya sebatas pemeriksaan untuk pembinaan, hasilnya akan diserahkan kepimpinan, kadislah yang nantinya memutuskan, katanya.

Berbeda, Sekertaris Disdik Lauyustis, mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan kepala bidang hanya sebatas pembinaan, bukan penyidikan untuk mengejar pengakuan, berita acara pemeriksaannya akan diserahkan ke Kadis.

“Kalau ada laporan susulan dari yang pernah menjadi korban, tetap akan kami pangil kembali untuk dimintai keterangannya. Mengenai sangsi akan dilihat dari tingkat kesalahannya, dan tetap mengacu pada PP No 53 tahun 2010. Tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Saat diwawancarai Suara Republik usai pemeriksaan, Nurhayati engan memberikan keterangan. “saya tidak mau berkomentar, silahkan tanya kedinas aja, bersama dua gurunya mereka langsung bergegas menuju mobil yang sudah menungu diparkiran.(Suhaili)