Suara RepublikNews -Tanggamus – Bidang Penyediaan Perumahan Dinas PUPR Tanggamus, merespon cepat pemberitaan Suara RepublikNews dan media yang tergabung di Jaringan Media Online, DPC JAMO Tanggamus, edisi kamis (10/9)

Dengan judul, Lolos dari pantauan, rumah tidak layak huni di pekon negeriagung tanggamus tak dapat bantuan bedah rumah.

Kasi Penyediaan Perumahan PUPR Tanggamus mengatakan, merespon pemberitaan media online yang mengangkat warga perasejahtera terlewatkan bantuan pemugaran rumah yang diajukan pekon. Pihaknya mengupayakan untuk melakukan pemugaran rumah tersebut.

Dia mengatakan, rumah tersebut dipastikan mendapatkan bantuan pemugaran, saat ini mereka sedang membuat berita acaranya, kalau nanti material yang akan diberikan sudah cocok dan disetujui pihak keluarga, Rabu (16/9) barang akan mulai dikirim kelokasi.

“Material yang akan kami berikan berupa seng, bata, besi, paku, semen, kusen jendela, batu dan pasir, ” katanya.

Menurutnya, pamong Pekon Negeriagung hanya sebatas mempasilitasi pengurusan surat tanahnya, yang selama ini belum memiliki surat, demikian jelasnya kepada Suara RepublikNews via sambungan telepon. Jumat (11/9)

Dilain pihak via sambungan telpon, Nia Daniyati kakak Arsani, mengucapkan terima kasih atas kepedulian Suara RepublikNews dan tim JAMO, terkhusus Bidang Penyediaan Perumahan Dinas PUPR Tanggamus, yang sudah membantu melakukan pemugaran rumah adek saya.

Menurut Nia, setelah rumahnya dirobohkan keluarga Arsani menumpang dirumah keluarga sembari menungu rumah selesai dilakukan pemugaran.

Berbeda, Penjabat Kepala Pekon Negeriagung, Yuzar Jaya Negara kepada Suara RepublikNews mengatakan, uang senilai 40 juta dari subsidi pengadaan ambulan pekon, belum dibahas bersama aparatur pekon bisa tidaknya untuk dialihkan membantu pemugaran rumah tersebut.

Apakah pekon akan membantu dana untuk pemugaran rumah Arsani, masih akan dibahas dengan aparatur pekon katanya. Dia juga mengatakan akan mengupayakan untuk membantu, tapi ia tidak berjanji.

Pekon pernah mengangarkan dana kedaruratan, tapi karena covid-19 dana itu dipangkas, jelas Yuzar. (Suhaili)