Pulauburu- Namlea,SuaraRepublik.News – Bupati Buru Ramli Ibrahim Umasugi, S.Pi, MM

Membuka Dengan Resmi Acara Lonching One Stop Service, Penanganan Kejahatan Terhadap Perempuan Dan Anak, Dengan ditandai dengan Pemukulan Tifa, yang digelar Diaulah Kantor Bupati Buru, jln Danau Rana Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Senin (24/08/2021) pada pukul  09.30 wit

Acara ini dihadiri oleh

Bupati Buru Ramli I Umasugi, S.Pi., MM, Kapolres Buru yang diwakili oleh Wakapolres Buru Kompol Jani Parinussa, SH , MH, Dandim 1506/Namlea, yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf H.Seknun, Kajari Buru Muhtadi, S.Ag.,SH.,MA., MH,  Sekda Kabupaten Buru M.Elias Hamid, SH.,MH,  Ibu Ketua Penggerak PKK Kabupaten Buru,  Perwakilan dari Persit Kodim 1506/Namlea, Ketua pengadilan Neg Kabupaten Buru  Yogi Rachman,  Anggta  DPRD  dari Partai Golkar ( zaiidun Saanun, SE, Para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala  Dinas/Badan Kasipidum Kejaksaan Buru, Ketua OKP Kabupaten Buru. Dan Tamu Undangan Kurang lebih 100 orang.

Sambutan Bupati Buru  Sekaligus Membuka Dengan Resmi Acara Lonching One Stop Service yang Intinya  Bahwa Seiring dengan meningkatnya kasus covid-19 di Indonesia pemerintah telah mengeluarkan anjuran bekerja beribadah dan belajar dari rumah yang diikuti dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat guna menekan angka penyebaran kasus covid-19 melalui himbauan bekerja dari rumah atau tinggal di rumah saja namun pada kenyataannya dapat menimbulkan berbagai masalah baru seperti kejahatan kelompok yang termasuk rentang mengalami kejahatan kekerasan adalah perempuan dan anak sehingga kejahatan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dihentikan.

Menurut Umasugi, Saat ini sudah ada kepedulian dan peranan Pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah untuk mendukung program perlindungan terhadap Perempuan dan Anak dari Tindak Kejahatan seperti telah dikeluarkannya undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014  tentang perubahan atas Undang- undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Kabupaten buru sendiri juga telah disahkan Perda nomor 13 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak Korban Kekerasan. Tuturnya

Semoga Kegiatan One Stop Service Merupakan Kegiatan layanan Satu pintu untuk memberikan solusi atau jalan keluar dalam menghadapi Permasalahan Penenganan Kejahatan terhadap Perempuan dan anak korban kekerasan di Kabupaten Buru. Harap  Bupati Buru saat mengakhiri sambutanya

Selanjutnya Kegiatan ini berlanjut dengan Pemberian Materi yang dibawakan oleh Narasumber diantaranya Bupati Buru Ramli Ibrahim Umasugi, S.Pi, MM, Kajari Buru Muhtadi, S.Ag, SH.,MA.,MH,  Ketua Pengadilan Negeri Buru  Yogi Rachman,  Wakapolres Buru Kompol Jani Parinusa SH.

Maluku( D2w )