Suararepublik.news Tulungagung 06/08/2020.Pemerintah Desa Ngrejo adakan Pertemuan dalam rangka Klarifikasi Aspirasi Warga setelah beberapa hari yang lalu (senin/ 03/08/ 2020) perwakilan beberapa warga mendatangi balai desa untuk menyampaikannya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Tiga pleton dari Anggota polres Tulungagung sebagai petugas keamanan, Muspika kecamatan Tanggunggunung yakni dari Bapak Camat,Kapolsek dan juga perwakilan dari koramil,serta intansi dari pemerintah desa ngrejo, Bpd,Perhutani,Lmdh,karangtaruna hingga Tokoh atau perwakilan masyarakat Desa ngrejo

Sujarwo selaku kepala desa menjelaskan beliau sangat berterimakasih kepada masyarakat dalam aspirasinya jika itu merupakan saran yang membangun,namun sangat disayangkan undangan yang seharusnya memenuhi tempat yang disediakan akan tetapi banyak yang kosong karena dimungkinkan tokoh yang diundang oleh pihak pemerintah Desa sedang ada kesibukan

Saat sambutan Didi jarot widodo nursamsu,Ap selaku Camat kecamatan Tanggunggunung menjelaskan Hidup didesa merupakan hal yang mudah,yakni dengan mematuhi peraturan Pemerintah dan mematuhi peraturan Bermasyarakat yang baik,yang dimana menyikapi tangapan Aspirasi warga desa Ngrejo pada hari senin lalu dengan adanya beberapa tuduhan kepada Wiwik agung suryanto,S.pd selaku Sekdes (Carik) diantaranya mengenai KPS,Pelarangan pengunaan gedung paud,pelarangan Penyembelihan hewan Qurban dan Pembakaran Jaring ikan dipantai Brumbun semuanya hanya kesalahan fahaman dalam pemahaman dan penyampaian

Hal itu juga dipertegas oleh Sukardi selaku Kapolsek Tanggunggunung.” Kejadian ini merupakan pembelanjaan bagi seluruh warga masyarakat khususnya desa Ngrejo terutama bagi Wiwik Sekdes selaku pihak yang menjadi permintaan warga untuk mundur dari jabatan sekdes.Ada porsinya sendiri terkait hal-hal tersebut misal KPS adalah wewenang dari Perhutani dan mengenai jabatan Sekdes hanya Camat dan Kades yang bisa memutuskannya sesuai bukti yang konkrit”kata kapolsek.

Puguh selaku Mantri Perhutani ikut memberi penjelasan .”Untuk KPS (Kawasan Perlindungan Setempat) yang merupakan embrio dari warga setempat atas keinginan untuk memulihkan Sumber mata air tepatnya diDusun Kuning desa Ngrejo, dikarenakan kurangnya pepohonan dikawasan tersebut sehingga sering terjadi kekeringan dimusim kemarau,atas usulan warga tersebut maka dibentuklah KPS yang saat ini sudah diPerdeskan dan ada payung hukum dengan kesepakatan yang dihadiri oleh pengelola lahan, Lmdh,pokdarwis,pengurus hipam,babinsa dan babinkamtibmas”jelas puguh.

Bahkan menurut beliau secepatnya akan mengumpulkan pihak terkait dalam menyamakan persepsi.”Aturan tentang KPS sudah sangat jelas terkait tanaman apa yang boleh ditanam atau tidak,tetapi karena hal ini menyangkut kepentingan warga juga perlu adanya dicarikan solusi agar tidak muncul permasalahan baru”kata puguh.

Menyambung penjelasan mengenai Larangan digunakannya Gedung paud dan pelarangan penyembelihan hewan Qurban,wiwik menegaskan itu tidak benar.”Tidak ada larangan darimanapun tentang hal tersebut tapi adanya aturan dan surat edaran yang dikeluarkan pemerintah kabupaten tulungagung terkait wabah covid-19 yang sampai hari ini anak didik belum bisa melakukan pembelajaran seperti biasanya serta penyembelihan hewan kurban yang harus sesuai dengan protokol kesehatan untuk mengurangi persebaran wabah tersebut yang harus dipatuhi”jelas Wiwik.

Bahkan sekdes juga meminta maaf terkait kinerjanya selama ini apabila ada hal yang sekiranya tidak pantas menurut penilaian warga masyarakat desa ngrejo

Selain penjelasan dari beberapa unsur,diakhir Mbah Bancet yang merupakan penduduk desa Ngrejo dari pesisir pantai Brumbun yang pada hari senin tanggal 03 agustus 2020 lalu ikut serta aksi aspirasi menyatakan  keterkaitan pembakaran Jaring ikan miliknya adalah kesalahan pahaman,karena menurutnya ia hanya terprovokasi dan menurutnya tidak benar jika Sekdes (wiwik) berniat membakar Jaring miliknya,dan Mbah Bancet memohon permintaan Maaf dari wiwik karena merasa menyudutkan dan menudingnya

Diakhir wiwik agus Suryanto,S.Pd menyapaikan banyak termakasih dari warga atas masukan,”ini merupakan pembelajaran bagi kami selaku Pemerintah Desa,terimakasih atas Aspirasi dari warga dengan harapan kedepannya desa Ngrejo lebih baik,kondusif dan aman terkendali.kami rasa hal ini terjadi karena kurangnya komunikasi dan kesalahfahaman persepsi sehingga hari ini kami adakan Klarifikasi, kami tidak merasa benar sendiri,ingin menjadi lebih baik pelajaran ini akan kami tampung demi kebaikan bersama”,,, pungkas….. Yl/Yps/Kbt