Suararepublik.news Tulungagung 07/02/2021,,Melihat banyaknya sumber mata air saat ini banyak yang mati dikarenakan Kayu atau pepohonan yang menghasilkan air diketahui banyak yang mati bahkan ditebang karena usianya yang sudah teramat tua,maka perlu diadakannya Reboisasi

Selain sebagai sarana menghidupkan dan menjaga sumber mata air,reboisasi sangat dibutuhkan karena oksigen yang di hirup manusia didapatkan dari dedaunan pohon.Kurangnya Pepohonan disepanjang Aliran sungai terutama dilahan yang memiliki sumber mata air membuat pengikisan saat musim penghujan

Maka perlu memulihkan kesadaran dari para pengolah lahan kususnya petani yang mayoritas menginginkan hasil maksimal dengan olahan Tanaman Jagung dan lainnya,kebanyakan mereka tanpa memikirkan seperti apa dampak jangka panjang jika tidak ada pepohonan keras di lahan olahannya

Menyikapi Kondisi tersebut beberapa tokoh Masyarakat Desa Tanggunggunung yang tergabung dalam Kelompok Pawitan (Peson Wisata Tanggunggunung) dengan mengandeng IPNU IPPNU serta Karangtaruna Desa Tanggunggunung memberanikan diri untuk melaksanakan Reboisasi diKawasan Perlindungan Setempat (KPS) pada hari minggu (07/03/2021) disepanjang Aliran sungai yang tepatnya dari titik utama didusun Ngemplaksari hingga arah Pancuran Kahyangan.

Seperti yang diungkapkan Kuslan Nur rois salah satu tokoh sekaligus pengurus Pawitan,”Kami dari Pawitan dengan niatan Melestarikan hutan dan sumber mata air melakukan Reboisasi disepanjang aliran sungai,kegiatan ini kami laksanakan secara gotongroyong dengan mengandeng Ipnu Ippnu dan Karangtaruna,tentunya tidak terlepas peranserta dari pihak Perhutani”

Lanjut,”kami berharap masyarakat dapat sadar akan pentingnya Reboisasi kususnya dititik yang memiliki sumber mata air karena dapat berpengaruh dalam kehidupan anak cucu nanti,dan kegiatan penghijauan ini akan kami laksanakan secara kontinyu bahkan terus menerus hingga KPS terlaksana dengan sukses”,pungkas…..Yps/Kbt