Suararepublik.news – Bupati Buru Ramli Umasugi bertindak sebagai pembina inspektur upacara dalam apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Polres Pulau Buru melibatkan Kapolres Pulau Buru AKBP Egia Febri Kusumawiatmaja. Dandim 1506/Namlea Letkol Arh Agus Guwandi dan seluruh TNI-Polri dan instansi terkait. Selasa (24/11)

Bupati Buru dalam arahnnya mengatakan, apel ini bertujuan mengecek kesiapan personil, dan perlengkapan sebagai upaya antisipasi potensi bencana alam.

Bupati mengharapkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam bukan hanya seremonial, tetapi bagaimana benar-benar menunjukkan kesiapsiagaan menanggulangi bencana yang terjadi di Kabupaten Buru. “Kita tidak meminta ada bencana, namun kita juga harus selalu siap siaga dalam menanggulangi kemungkinan terjadinya bencana,” tutur Bupati.

Apalagi, lanjutnya, saat ini memasuki bulan November sampai Desember nanti ini. Karena, pada bulan ini intensitas hujan di daerah cukup tinggi dan bisa terjadi longsor, banjir, angin kencang. “Saya meminta kepada seluruh personel terlibat dalam apel untuk mempersiapkan diri, peralatan, logistik secara maksimal, sehingga sewaktu-waktu siap turun ke lokasi bencana membantu masyarakat,”  pesan Bupati.

Selanjutnya Bupati Buru bersama Kapolres Pulau Buru, mengecek seluruh kendaran yang dipersiapkan untuk kesiapsiagaan bencana alam.

Ditempat yang sama Kepala BPMD Ir.Hadi Zulkarnaen. MM menambahkan ada sembilan model bencana yang ada diKabupaten Buru, dominan yang kita hadapi sekarang ini adalah bencana banjir, tanah longsor, gelombang pasang, gempa bumi dan kebakaran lahan atau hutang. Ini yang menjadi prioritas kita untuk penanganan bencana setiap tahunnya. “Ujar Zulkarnaen.

Sehingga hari ini kita sama-sama dengan stakeholder dalam  menengani bencana dan mengambil langkah untuk antisipasi apabila ada bencana maka tidak ada korban yang jatuh. “Itu yang kita harapkan.

Dan untuk Kerawanan bencana saat ini berada di daerah waeapo namun sekarang dengan model baru ini yang dulunya berada di dataran waeapo sekarang masuk diwilayah Buru Barat. Jadi daerah-daerah pada Kecamatan Airbuaya itu sungai-sungai sekarang ini sudah mulai meluap dan menimbulkan banjir pada daerah sekitarnya.”jelas Zulkarnaen.

Selain dampak banjir dan kebakaran hutan, kami juga telah menyiapkan langkah persiapan terkait dengan bencana tanah lonsor pada wilayah kota Namlea.

Reporter : i.w