Pulau Buru.SuaraRepublik.News-Pernyataan Sikap Negri Petuanan Kaiely- lewat soar pito dan Soar pa,yang Dihadiri Pemagkuh-Pemangkuh Adat yang diadakan di Kediaman Matitemun(Yohanes Nurlatu)unit 10, Masyarakat Adat Sangat Mendukung Penuh Gubernur Maluku Untuk Menetapkan Gunung Botak Sebagai Tambang Rakyat lewat Diterbitkan Ijin Pertambangan Rakyat Atau IPR.

“RAJA:Solusi Untuk Mengsejatrakan Masyarakat, Gubernur Maluku Dimintah Agar Mempercepatkan IPR

Pulau Buru.SuaraRepublikNews.co.-Pernyataan Sikap Negri Petuanan Kaiely- lewat soar pito dan Soar pa,yang Dihadiri Pemagkuh-Pemangkuh Adat yang diadakan di Kediaman Matitemun(Yohanes Nurlatu)unit 10, Masyarakat Adat Sangat Mendukung Penuh Gubernur Maluku Untuk Menetapkan Gunung Botak Sebagai Tambang Rakyat lewat Diterbitkan Ijin Pertambangan Rakyat Atau IPR.

Dalam Jumpah Perdana Itu, Masyarakat Adat Dalam Pernyataan Sikapnya Menolak Keras, Adanya Isu-isu yang Berkembang Adanya Sekelompok Orang Yang Ingin Memasukan Pihak Impestor Untuk mengelolah Tambang Gunung Botak.

Menurut Ketua LSM Parlemen Jalanan Ruslan Arief Soamole,Sambil Menunggu IPR Sebagai legalitas kegiatan pertambangan di Gunung Botak Masyarakat diminta tetap beraktifitas Seperti Biasa Sebab Gunung Botak Merupakan Kearifan lokal yang dapat digunakan untuk mengais rejeki demi keperluan keluarga dan lain-lain.Dirinya juga mengingatkan Agar Pertemuan itu tidak boleh dipolitisir ataupun diintervensi.Ini murni bentuk dari aspirasi masyarakat adat.

“jangan ciptakan kelompok-kelompok dan jangn terprovokasi dengan kelompok lain sehingga bisa terpecah belah.Jaga kesatuan dan persatuan dibawah pimpinan matetemon, imam adat dan seluruh kepala soa ini menjadi kekuatan.Selangkah lagi kita akan jemput IPR.Kami bukan pelaku usaha dan tidak memiliki apapun di Gunung Botak, tapi kami membuka jalan bagi pengusaha dari luar agar bisa ada transaksi jual beli emas dari penambang ke pengusaha.”Ruslan juga menghimbau kepada pengusaha atau pembeli emas untuk mengurus ijin situ ataupun siup lainnya sebagai badan hukum di dinas terkait.”Imbuhnya

Sementara Itu,Imam Adat Petuanan Kaieli Menuturkan Bahwa Petuanan Kaiely Hanya Memiliki Satu Raja Yang Telah di Tunjuk Oleh Imam Adat Petuanan Kaiely Juga Telah Di shakan Oleh Soar pah Dan Soar Pitoh,Yang Bertempat Di Desa Waeflan(TITAR PITOH)Pada 2016 lalu Adalah ABDULLAH WAEL.
“Untuk itu Menurutnya Bagi kepala-kepala Soa Yang Tidak Mau Mengikuti Dengan Apa Yang Telah Disampaikan Atau Tidak Itu Terserah Mereka Yang Jelas Kebenarannya RAJA Petuanan Kaiely:Adalah ABDULLAH WAEL.”Keras Imam Adat

Lanjut-“Imam Adat-Masalah Gunung Botak Kami Pemangku Adat tidak punya kepentingan Diatas,Namun Kami hanya Membantu Msyarakat Agar Mereka Bisa Bekerja Untuk Memenuhi Kehidupan Sehari-Hari Merekah,Tidak Ada Pemangku-Pemangku Adat Yang Membuka Tambang Karena Sebelumnya Tambang Gunung Botak Suda Diaktifkan Oleh Masyarakat Adat Sendiri.

“Imam Adat,Tujuan Dari Pertemuan Ini Adalah Untuk Mengingatkan Kepada Masyarkt Adat Non Adat yang sedang Bekerja di Gunung Botak Agar Tidak menjual Miras Dan Berjudi Serta Membawa Barang” terlarang lainnya.”Jelas imam adat

Tujuan-nya untuk menghindari benturan Agar Bisa Tercipta Kedamaian,Saat Bekerja Dan Tidak Ada Yang Namanya Pungli kalau Ada Pun Kami Siap Bertanggung jawab dihadapan hukum.”Tegasnya

“Lanjut-Raja Petuanan Kaiely(Abdullah Wael) Saat di Wewancarai Media”Menjelaskan-Pemprof harus Fokuskan Legalitas Untuk Pertambangan Rakyat Tersebut Sehingga Masyarakat Tidak Melanggar Aturan.Selain Itu, Perlu Ada Edukasi Bagi Masyarakat Penambang Serta Membuatkan Wadah Kelompok Yang Memiliki Payung Hukum Dalam Beraktivitas.

“Permasalahan PETI Ini Yang Utama Adalah Masalah Perizinan.Dan Itu Adalah PR Yang Belum Diselesaikan Oleh Pemerintah Daerah Maupun Pusat Kepada Masyarakat.”Raja Berharap Pemerintah Daerah Maupun Pemprof Dan Pusat Segerah Menglegalkan Tambang Gunung Botak Sebabai Tambang Rakyat, Sehingga Masyarakat yang beraktifitas di Gunung Botak Dapat Diatur Sedemikian Rupa, Sehingga Sumber Daya Alam Kita Dapat Bermanfaat Bagi Kesejatrahan Masyarakat Dan Juga Negara”Pungkas Raja

Maluku.P.Buru(Idris Wael)