Suara Republik News – Wonosobo – Putri anak usia 5 (lima) Tahun,pendetita lumpuh pada kedua kakinya,sejak usia kurang lebih 7 bulan, Putri adalah anak dari pasangan Dedi Susanto dan Isni Rahmawati,yang hidup dengan serba kekurangan,kini putri harus hidup bersama kakek dan neneknya bersama dengan adik yang kini baru berusia kurang lebih 1 Tahun,warga Pekon Karang Anyar kecamatan Wonosobo kabupaten Tanggamus.rabu(22/7/20)

Saat dikonfirmasi,Sainem Nenek dari Putri mengatakan,Isni Ibu kandung Putri sudah 10 bulan bekerja sebagai TKW kenegara Malaisia sedangkan Dedi Susanto suami dari Isni atau ayah dari Putri sementara Saminem belum mengetahui secara pasti bekerja dimana.

Dalam hal ini Saminem juga menjelaskan dengan kondisi yang serba sulit,Isni ibu dari putri terpaksa harus bekerja mengadu nasip dinegri Jiran Dangan harapan,bisa  mengumpulkan uang guna untuk membayar hutang-hutang dan biyaya pengobatan sibuah hati yang kini menderita kelumpuhan pada kedua kakinya.

“Putri lumpuh dari umur 7 bulan mas sampai sekarang,sedangkan Ibuknya harus  kerja kemalaisia untuk cari biyaya pengobatan dan untuk bayar utang mas,kalo bapaknya katanya keJambi mas,tapi ya ga tau mas soalnya dia ga pernah kasih kabar mas”jelasnya

Selain dari itu Saminem juga mengatakan dengan kondisi yang dirasa sulit,bahwa putri penderita lumpuh hanya pernah mendapat bantuan dari pemerintah Beras 10 kg dan Mie instan 10 biji,selain dari pada tidak,orang tua Putri dan keluarga kakek putri Hartono/Sainem tidak pernah mendapat bantuan berupa apapun dari pemerintah,baik PKH,BPNT,BST dan BLT DD,Saminem juga mengatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan banatuan BLT DD dikarnakan suami Saminem sebagai ketua RT 01,hal itu semua dibenarkan juga oleh Ani Anak kandung Saminem atau Bapak Haryono.

“Cucu saya ini hanya pernah dapat bantuan Beras 10 kg dan supermi 10 bungkus,itu pun hanya satu kali,selain dari itu semua anak saya orang tuanya siputri ini dan sayanya juga ga pernah dapat bantuan apa-apa,kalo saya ga dapat BLT DD itu katanya karna suami saya Ketua Rt01,katanya kalo aparat desa ga boleh dapat BLT DD.”tegasnya

“Iya itu ga pernah dapet bantuan apa-apa,hanya pernah dapat beras 10Kdg dan Mie Instan 10 bungkus,kalo bantuan yang lainnya ga pernah dapat mas.”tambah Ani

Nenek putri dan Ani kakak dari orang tua Putri sangat berharap kepada pemerintah, baik pemerintah Pekon maupun Pemerintah kabupaten,agar kiranya dapat membantu pengobatan Putri agar Putri bisa sehat seperti anak-anak pada umumnya.

“Kami berharap kepada pemerintah Pekon dan kabupaten untuk bisa membantu pengobatan Putri,agar Putri bisa sembuh mas dan sehat seperi anak-anak lainnya”.harapnya

(Suhaili)