Suararepublik.news,┬áTulungagung – Puluhan petani diwilayah kecamatan tanggunggunung pada hari selasa 10 November 2020 pukul 08.30 Wib mendatangi Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Tanggunggunung untuk menanyakan terkait pengawasan dan penyaluran pupuk subsidi karena selama sangat sulit mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut

Para petani yang datang kebanyakan dari wilayah desa ngepoh dan desa tanggunggunung kecamatan tanggunggunung karena mereka beranggapan selama ini perlakuan kepada petani di 2 desa tersebut terkesan tidak adil dibandingkan wilayah desa yang lain.terhitung hingga hari ini untuk pupuk jenis Urea masing – masing anggota kelompok tani didesa lain bisa mendapatkan 3 hingga 5 karung (150kg -250 kg),namun untuk anggota kelompok tani didesa Ngepoh baru mendapatkan 1 karung pupuk Urea (50kg)

Rasa kecewa karena kurang adilnya pendistribusian membuat puluhan Petani tersebut berbondong – bondong mendatangi BPP,,kehadiran dilokasi Kantor Bpp disambut hangat oleh Triwidyono basuki (Oki) selaku perwakilan dari Dinas pertanian kabupaten Tulungagung,Agus wiyono selaku PPL Pertanian kecamatan Tanggunggunung beserta staf,Sunardi selaku Pemilik Kios Sri rejeki,Endra Kurniawan selaku Petugas Penjualan daerah Pt.Petrokimia Gresik wilayah kabupaten Tulungagung,dan juga Kapolsek Tanggunggunung beserta anggota selaku keamanan

Endra kurniawan (Iwan) selaku dari Pt.Petrokimia Gresik memberikan beberapa pemahaman kepada Para Petani yang hadir yakni diantaranya untuk Alokasi Pupuk Subsidi Npk kabupaten Tulungagung dikurangi namun ada penambahan di Urea,maka dari itu petani harus menganalisa dan memastikan luas area lahan juga memastikan data tersebut sudah masuk dalam Rdkk atau belum karena sesuai peraturan dari pemerintah pertanggal satu september penyaluran pupuk Subsidi mengunakan kartu Tani yang tergabung diPoktan maupun Gapoktan

Karena dengan sistem peralihan data kartu tani masih terkendala maka untuk Pupuk subsidi masih bisa melakukan penebusan dengan cara manual,, maka ketua kelompok tani harus  mempunyai salinan Kuota Rdkk untuk mempermudah penebusan meski Alokasinya tidak bisa mencukupi 100% dari Rdkk

Saat salah satu dari petani menanyakan tentang jumlah realisasi pupuk Urea diwilayah kecamatan Tanggunggunung teruntuk bulan Oktober,November dan Desember tahun 2020 ini apakah sesuai dengan data yang diberikan dari Dinas Pertanian kabupaten Tulungagung,,pertanyaan tersebut dijawab dengan lantang dan tegas oleh Oki.”Realisasi Urea untuk wilayah kecamatan Tanggunggunung teruntuk bulan oktober sudah tersalurkan semua,masih ada 500 Ton dibulan November dan 100 Ton dibulan Desember,,dikarenakan beberapa hari dibulan November ini stok Pupuk Urea didistributor Telat dan baru ada hari ini,maka hari ini ada Pendistribusian kurang lebih 40 Ton untuk wilayah kecamatan Tanggunggunung sebagai mana akan disalurkan ke Kios Sri Rejeki yang mungkin dapat mencukupi kebutuhan Kelompok Tani didesa Ngepoh meski tidak dapat mencakup sesuai Pengajuan Rdkk,dan akan ada pendistribusian diminggu – minggu ini”.

Setelah mendengar penjelasan dari Iwan dan Oki,para petani pun mulai  memahami dengan adanya kelangkaan pupuk subsidi tersebut memang merata bukan hanya diwilayah Kabupaten Tulungagung saja,….Yps/Yl/Kbt