Namlea.SuaraRepubluk.News -kegiatan Pembangunan Rebabilatas / peningkatan Dermaga Teluk Bara yang dikerjakan oleh PT.ANDIKA PRIMA KONIINDO dan  KONSULTAN /PENGAWAS CV .BERKA dengan Total anggaran sebesar 4.580 .000.000.Tahun 2020 dari kementrian Perhubungan Republik Indonesia.

Pengawas Logistik ,Andi yang berasal dari Sulawesi selatan ( Pare -Pare ) Saat ditemui ,dilokasi kerja

Sampaikan bahwa  jumlah tenaga Staf sebanyak tiga orang dan satu Mandor jumlah tenaga kerja sembilan orang dan semuanya  berasal dari Sulawesi Selatan.  ( SULSEL ).

Peristiwa  adu mulut ala Premanisme yang terjadi antara  ,wartawan dengan salah satu yang  mengaku dirinya sebagai  warga  biasa di atas areal Dermaga Teluk Bara ,tanggal  5 September 2020 pukul 14 30 .Wit.

Pengawas lapangan ,ANDI saat dikonfirmasi  wartawan terkait siapa nama Direktur dari PT.ANDIKA PRIMA KONINDO dan barapa gaji kariyawan dengan sistim upah harian atau borongan

Namun pak Andi tidak bisa memberikan  keterangan Cuma dia bisa menyampaikan jumlah pengawas ada tiga pekerja 7 orang dan satu mandor.

Hal itu yang membuat saudara Roby Pikahuli yang awalnya tidak mau sebutin namanya gara gara Pengawas tersebut berkali kali dikonfirmasi kenapa susah si untuk memberikan keterangan siapa Nama Direktur dari Perusahaan yang dimaksud .

Sehingga dengan  suara keras Anda kesini tanya sana tanya sini maksudnya Apa ?.

Tegasnya,” Roby Pikahuli.

Bahkan wartawan tersebut sudah berulang ulang kali mencoba tunjukan ID-CART dan Surat Tugas dan juga koran agar yang bersangkutan bisa dilihat dalam boks redaksi tetapi tetap saja ,Robi kembali pertanyakan pak dari Media Mana ,Id-Card dan Surat Tugas sudah ditunjukan namun masih tetap dipertanyakan dengan suara keras serta tidak memberikan kesempatan buat wartawan menjelaskan tentang  nama medianya serta tugas tugas media sesuai dengan amanat UU NO 40 Tahun 1999 .

Parahnya lagi yang bersangkutan kembali pertanyakan kepada wartawan  tersebut , Anda dari media mana dan bertugas didaerah mana dan seharus datang kesini  harus Lapor dulu sambil.membidikan kamera Handphone kearah wartawan tersebut sambil berkata  kehadiran katong ( kami ) kesini

sudah diketahui oleh pemerintah Desa Bara dan juga Babinsa , katong juga punya Rapidtes dan punya semuanya dengan suara keras sambil bernada Ejekan.

ROBY PIKAHULI saat dikonfirmasi oleh awak media ,maaf status anda sebagai apa di sini , cuma sebagai warga biasa  saja. kenapa Anda begitu gotot membatasi tugas kami wartawan , Akhirnya yang bersangkutan mengaku kalo dirinya , KONSULTAN dari CV.BERKA.namun Identitasnya tidak bisa ditunjukan  ketika diminta lihat sama awak media

Sehingga kembali ROBY berkata sebenarnya pa kesini mau apa sampai harus tanya sini tanya sana dengan suara keras .

Namun akhirnya ada permintaan maaf dari ROBY PIKAHULI  atas tindakannya itu.

Tentang gaji ,kami tidak Tau berapa karna belum gajian ,mungkin yang  mengetahui hal tersebut Perusahaan arau Mandor ,Ujar salah satu pekerja saat ditemui dilokasi kerja  oleh awak media yang namanya tidak mau disebutkan.

Keterangan yang disampaikan kepada kami juga sama ,Saat kami menemui Wawan ( PELAKSANA ). diruangannya ,yang punya kewenangan memberikan keterangan cuma dari kantor  terkait soal gaji kami disini tidak tauh hal itu , jawabnya..”

Lanjut wawan. Jumlah pekerja kurang kebih enam belas orang yang terdiri dari tiga Staf ,satu pengawas dan satu Mandor. Tujuh pekerja

Wawan menambahkan Total anggaran untuk membangun Rehabilitas/ peningkatan Dermaga Teluk Bara  sebesar 4.580 .000.000. ( Empat Milar Lima Puluh Juta Delapan Puluh Juta )TAHUN 2020 dari KEMENTRIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA , dengan durasi hari berjumlah seratus lima  puluh hari hitungan hari kalender pekerjaan rampung .

Jelas,,” wawan.

Camat Air Buaya  sangat   kecewa karena kaget kalo ada kegiatan Rehabilitas / peningkatan Dermaga Teluk Bara dengan Anggaran 4.580.000.000.

dari dana APBN lewat kementrian Perhubungan Repoblik Indonesia.tahun 2020.saat didatangi. ( Weal )