Malang, suararepubliknews.co – Ketua Organisasi Malang Media Community (MMC) Malang Raya  Bagus Yudistira, Selasa (18/11/19) mempersoalkan pengerjaan proyek peningkatan dan pembangunan jalan Bantur – Sumbermanjing Kulon Kabupaten Malang. Pasalnya, pengerjaan pada proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berupa jalan beton tersebut, dikerjakan asal-asalan.

Menurut Bagus, dari hasil investigasi, terlihat jelas saat dilakukan pengecoran, badan jalan tidak seluruhnya dilapisi plastik. Padahal, plastik ini berfungsi untuk menahan agar air semen tidak merembes kedalam tanah dan menjaga agar permukaan dasar beton tidak langsung berhubungan dengan tanah yang memiliki kelembaban.

Sehingga, kemungkinan air/uap air masuk ke dalam pori-pori beton menjadi lebih kecil dan tulangan terhindar dari karat/korosi yang bisa merusak tulangan dan akan memberikan warna karat pada permukaan beton. Begitu halnya lapisan pasir, pada saat pengecoran hanya sebagian pinggir jalan saja yang di lapisi pasir. Padahal urugan pasir ini berfungsi menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban, seperti gempa. Biasanya ketebalan urugkan pasir yang dipadatkan 5 cm sesuai dengan kondisi lahan yang akan di cor beton.

Menurut pengakuan beberapa pekerja saat ditemui di lokasi mengatakan  “pasir ini digunakan untuk meratakan galian bekas jalan yang rusak, agar rata dengan badan jalan, setelah itu dilapisi plastik dan pemasangan rangka besi lalu pengecoran,” ujar pekerja saat itu.

Ditambahkannya, memang pasir urug dan plastik tergolong item kecil dari sebuah bangunan, akan tetapi mempunyai fungsi yang sangat besar dalam sebuah konstruksi yang sering sekali terabaikan dalam pelaksanan pekerjaan. Sehingga mengurangi spesifikasi teknis, dan diduga adanya tindak pidana korupsi.

Menurut Bagus lagi, bukan hanya itu saja landasan tulangan besi pada proyek tersebut, terlihat hanya menggunakan batu biasa. Hal ini sangat rentan terjadi pergerakan pada besi tulangan, sehingga jatuh menyentuh plastik pada saat pengecoran berlangsung. Untuk itu, ia mengatakan, pengerjaan proyek peningkatan jalan milik Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) tersebut, disinyalir tidak sesuai spesifikasi dan tidak berpedoman pada Rancangan Anggaran Bangunan (RAB).

Saat ditemui diruangannya, Romdhoni selaku Kepala DPU Bina Marga Kab Malang mengatakan “pihaknya berterima kasih atas informasi yang telah diberikan, dan nanti saya akan perintahkan staff saya untuk segera turun ke lapangan. Kalau ternyata faktanya ditemukan seperti itu, maka saya akan memanggil kontraktornya” jelasnya. (lus).