Kabupaten Tangerang.Suara Republik.news – Kegiatan proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja (APBN), tahun  anggaran 2021 yang di peruntukan kelompok P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) yang berlokasi di Kp.jungkel, Rt 10/004, Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang,Banten Senin (28/6/2021),terkesan asal jadi dan jauh dari Rancangan Anggaran Bangunan(RAB) Bagaikan langit dan Bumi.

Proyek pertanian P3A, BBWS yang berlokasi di Kampung jungkel diduga kuat dikerjakan asal jadi dan tidak adanya para Dinas terkait dilokasi sehingga para oknum pemborong bebas melakukan kecurangan dengan tidak ada pemakai adukan terlebih dahulu pada pemasangan batu kali.

Dari pantauan kelokasi, Awak media Suara Republik, kelokasi proyek P3A, irigasi dilaksanakan tanpa adanya papan proyek informasi. Pemasangan batunya juga terlihat dibariskan satu batu dengan cara berjejer tanpa ada bahan adukan terlebih dahulu bawahnya dan pekerjaan terkesan asal-asalan,dan jauh dari spec dan RAB.

Di sela-sela kegiatan awak media menemui salah seorang warga berinisial RM(37),Mengatakan: saya perhatikan waktu saat pemasangan batu nya itu pondasi bagian bawahnya itu engga pake adukan pak, saya kira itu pembangunan kali nya engga tahan lama, dah gitu saya juga aneh masa saluran air ko ga kanan kiri ya di bangunya,cuma sebelah doang,kaya pembatas jalan aja kalu gitu mah,yang saya tau kekuatannya itu kan pondasi bagian bawah,kalau cuma gitu doang mah,wah serem g bakal lama jugà pasti ambruk. Ucapnya.

Saat Awak Media,Mau konfirmasi ke salah satu pengurus,sebut aja Endang,bahkan sudah lewat Bayphon,terkesan Sibuk dan tidak bisa di temui,walou sudah beberapa kali ijin waktu untuk ketemu,entah sibuk ataupun enggan ketemu.

Menyikapi kegiatan dalam proyek irigasi ini, utamanya dugaan para pengawas dilapangan terkesan tutup mata,pembiaran,sehingga tidak bisa menindak,meluruskan dari kecurangan,sehingga terkesan asdi(asal jadi) . pantauan tim awak media ketua Lembaga………….( LINPANHAN)bang Joy:Mengatakan. Terlihat jelas Proyek P3A tidak terpasangnya papan nama proyek, dan pemasangan batunya tidak memakai adukan terlebih dahulu sehingga pekerjaan tidak sesuaian spesifikasinya,bangunan asal jadi dan di duga terlalu banyak korupsi di dalam nya.

Dijelaskan,berdasarkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2008,tentang keterbukaan informasi publik (KIP), dimana setiap proyek pembangunan apapun harus dilengkapai dengan papan informasi,dan diduga proyek saluran irigasi terlihat dikerjakan Asal-Asalan atau bisa dibilang sadis nya proyek siluman.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan yang merupakan hak setiap warga negara untuk mendapat serta memperoleh informasi publik berdasarkan asas keterbukaan.

Melihat pekerjaan proyek irigasi yang amburadul ini, Bang Joy sebagai ketua Lembaga Independent Penyelamat Aset Negara Dan Hak Asasi Manusia (LINPANHAM)sebut saja Bang Joy,dan Sekjen Darussamin, angkat bicara “saya menduga Ketua P3A diduga Terlalu banyak korupsi dan ambil keuntungan sehingga tidak bisa melihat proyek bangunan irigasi tersebut ,seharusnya bangunan proyek irigasi tersebut sesuai standar prosedur (SOP).

Untuk itu saya berharap kepada : pengawas konsultan atau Dinas terkait jangan tutup mata, harus segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek irigasi tersebut, bilamana terdapat dugan pelanggaran, saya berharap segera dilakukan bongkar ulang dan di pasang kembali agar sesuai spek dan RABnya agar diberi tindakan yang tegas data-data pelaporanpun sudah saya siapkan foto-foto kegiatan dan saya bersama sekjen sudah saya laporkan ke kejari,sudah dalam tahap penyelidikan dan akan ada pemanggilan saks,tinggal tunggu cepat ataupun lambat akan Ramai nanti di Desa Tanjakan Mekar ”tegas Joy

Selanjutnya dari Pantauan awak media, tidak ada dilapangan ketua P3A atau pelaksana proyek yang bisa dikonfirmasi,dan memberikan keterangan,seakan akan tidak pnya Dosa dan kesalahan dan di abaikan.(Ifhamholid)