Gunung sitoli, suararepublik.news – Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan Kepulauan Nias atau AMSP2-KN mendatangi perwakilan Kantor sekretariat B2PJN PPK 3.5 Wilayah kerja Kepulauan Nias, Adapun tujuan aliansi tersebut menyampaikan aspirasi atas kekecewaan masyarakat pada pelaksanaan proyek reservasi jalan Nasional Gunungsitoli-Teluk dalam dan jembatan serta sanitasi jalan nasional yang diduga dikerjakan asal jadi.

Masyarakat yang mengatas namakan diri yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan Kepulauan Nias ini tergabung dari puluhan Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan wartawan se-Kepulauan Nias.

Mereka menuntut agar pekerjaan yang dirasa tidak berkualitas agar dibongkar dan dilakukan perbaikan lanjutan serta meminta kepada kepala B2PJN Sumatera Utara agar mencopot pejabat PPK 3.5 karena pekerjaannya yang sangat mengecewakan masyarakat dimana fisik bangunan tidak terkontrol pengawas sehingga dikerjakan asal jadi yang diduga untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya juga meminta untuk memutus kontrak kepada rekanan serta semua pihak yang terlibat dalam proyek ini di giring keranah hukum bila terbukti terindikasi kerugian negara.

Mirisnya proyek bangunan tersebut tidak ada papan proyek, dimana diketahui pagudana proyek tersebut 14 Miliyar lebih. Berdasarkan investigasi beberapa LSM dan wartawan Kepulauan Nias yang tergabung dalam Aliansi ditemukan bahwa pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut tidak berkwalitas dengan pengerjaan asal jadi, hanya dalam beberapa minggu dikerjakan kembali hancur dan roboh.

Atas proyek dimaksud AMSP2-KN merasa prihatin dan sangat kecewa serta menduga adanya konspirasi rekanan dan PPK 3.5 juga oleh kepengawasan yang sangat lemah.

Respec dari aliansi tersebut melaksanakan aksi damai dengan meminta pertanggungjawaban kepada PPK 3.5 dalam hal ini Firman Hutauruk selaku Pejabat PPK 3.5 Kepulauan Nias,konsultan dan juga rekanan agar melaksanakn pekerjaan dimaksud sesuai dengan juknis desain sehingga hasilnya bermanfaat bagi masyarakat serta melibatkan masyarakat setempat sebagai pekerja dengan tujuan membantu ekonomi masyarakat yang sedang dilanda pandemi covid-19.Aksi tersebut dilaksanakan dikantor sekretariat PPK 3.5 di jalan supomo gunungsitoli, jumat (10/09/2021).

Aksi yang berbentuk audiensi tersebut langsung di layani oleh Firman Hutauruk, selaku Pejabat PPK 3.5 Kepulauan Nias, saat beberapa perwakilan aliansi mempertanyakan kepada Firman Hutauruk atas bobroknya proyek tersebut pihaknya menjawab dengan singkat biar saya pelajari dulu, dan saat itu juga aliansi meminta tenggang waktu 3×24 untuk menjawab pernyataan sikap aliansi dan bila tidak terespon maka AMSP2-KN akan melaksanakan aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi

Adapun pernyataan sikap yang di sampaikan oleh aliansi kepada PPK. 35 yakni :

  1. Meminta kepada kepala B2PJN baik Pusat dan Wilayah Sumatera Utara dan Kepala Satker B2PJN Sumut mencopot Pejabat PPK 3.5 Wilayah Kerja Kepulauan Nias karena pekerjaannya tidak layak.
  2. Meminta kepada Bapak Mentri PUPR RI, BPK RI, dan DPR RI melakukan audit investigasi terhadap kwalitas dan volume pekerjaan proyek tersebut.
  3. Meminta aparat penegak Hukum untuk mengusut tuntas indikasi dugaan korupsi, konsipirasi dan penyalahgunaan wewenang antara Pejabat PPK 3.5 dengan Kontraktor serta konsultan pengawas
  4. Meminta kepada PPK 3.5 untuk segera memutus kontrak pekerjaan proyek pemeliharaan jalan dan jembatan dan sanitasi di jalan Nasional ruas Gunungsitoli-teluk dalam.

Dikesempatan yang sama para Aliansi meminta waktu pejabat PPK 3.5 dalam hal ini Firman Hutauruk untuk turun Bersama-sama mekroscek lokasi pekerjaan yang diduga bobrok sebagai bukti pekerjaan rekanan dilapangan dikerjakan asal jadi serta pengawasan yang kurang efektif, namun pejabat PPK3.5 enggan merespon dan hanya mengatakan biar saya pelajari dulu.

Secara spontan salah satu anggota aliansi ketua LSM GMBI kepulauan nias Heppy zalukhu mengatakan “ lo,berarti belum bapak pelajari selama ini ya pak?? Kan sudah sudah ada kian desain perencanaan pekerjaan sebelumnya pak?,,situasipun diwarnai dengan ketawak Bersama..hahaha..haha..hihihi…

Disela-sela perbincangan tersebut Firman Hutauruk menyampaikan posisi tanah selalau labil dan bergeser.”okelah,anggaplah saya kurang pengawasan,tapi betul gak setelah di ingatkan saya suruh ulang Kembali,apa yang di ingatkan, saya perbaiki,makanya saya pelajari,mana yang perlu dibenahi kita benahi.ya kalau memang gak,ya udah minta saya di copot mau di apain,ya saya tergantung pimpinan,saya ini paku pak,apa kata pimpinan masuk ya masuk,ngak’ngak.jadi kalau saya di copot ya saya siap.gak masalah sama saya”.jawab Firman Hutauruk.

Di kesempatan tersebut firman Hutauruk juga menyampaikan ia-nya sudah bosan tinggal di pulau nias, saat itu juga para aliansi mengklaim bahwa firman hutauaruk selaku pejabat PPK 35 diduga sengaja tidak focus dalam melaksanakan pekerjaan tersebut,karena dia-nya tidak ingin ditugaskan di kepuluan Nias.

Pada aksi tersebut AMSP2-KN juga menyerahkan konstribusi berupa spanduk yang bertulisan kantor sekretaria PPK 3.5 kepulauan Nias dimana menurut aliansi kantor PPK 3.5 selama ini tidak ada plank merek pertanda kantor untuk diketahui oleh masyarakat,diketahui sebelumnya kantor PPK 35 ini telah di suplay oleh Aliansi sebuah bendera merah putih untuk tetap dikibarkan setiap harinya karena dinilai selama ini kantor tersebut tidak memiliki bendera apalagi mengibarkannya.

Pernyataan sikap yang disampaikan oleh aliansi kepada pejabat PPK 3.5 ditandatangani Bersama dan Gerakan aliansi tersebut berjalan dengan kondusif dan mematuhi aturan protocol Kesehatan.(Ed)