Suararepublik.news – Viral di media sosial sebuah video menunjukkan dua anggota Banser Nahdlatul Ulama diduga dipersekusi di jalan raya. Berdasar informasi beredar, peristiwa tersebut terjadi di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Selasa 10 Desember 2019.

Setelah mendapat laporan, aparat kepolisian pun berhasil menangkap pelaku perseksui. HA, tersangka aksi persekusi kepada anggota Vanser NU, telah ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Selatan pada Kamis 12 Desember 2019. HA terancam hukuman maksimal 6 tahun kurungan penjara akibat perbuatannya tersebut.

AH mengakui bahwa pada saat kejadian yang dilakukan pada Selasa 10 Desember 2019 lalu karena tidak bisa menguasai emosi. Sebab saat itu pelaku kesal sepeda motornya mengalami senggolan dengan korban yang berinisial ES dan WS.

“Saya tidak dapat mengendalikan emosi, saya meminta maaf kepada masyarakat secara umum, dan khususnya kepada masyarakat NU, kepada para Ulama, kepada saudara sesama muslim Banser dan GP Anshor,” ujarnya

HA (30. Ia ditangkap saat tengah bersembunyi di kawasan Pasir Putih, Sawangan, Depok usai melakukan aksinya.

Kapolres Metro Jakarya Selatan Kombes Bastoni Purnama, mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan pada pukul 15.00 WIB. Setelah ditangkap, polisi kemudian menggali keterangan dari pelaku dan ternyata diketahui pelaku mengaku kesal lantaran bersenggolam motor dengan korban.

“Keterangan pelaku persekusi diawali papasan dengan korban kemudian bersenggolan dengan anggota banser NU atau korban. Pelaku kesal kemudian pelaku membuntuti korban, dan sampai TKP pelaku melakukan perbuatannya, mengintimidasi dengan ancaman kata yang tidak perlu,” kata Bastoni di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis malam, 13 Desember 2019.

Bastoni mengatakan, HA melakukan aksinya atas inisiatif sendiri lantaran dipengaruhi rasa emosi. HA juga tidak terlibat atau tidak bergerak atas nama organisasi manapun, semata-mata dilakukan atas nama pribadi hanya karena kesal.

Usai menjalankan aksinya, pelaku kemudian menyebarkan video yang dia buat sendiri ke grup Whatsap yang Dia miliki. Namun saat itu, Pelaku mendapatkan teguran dari admin grup Whatsap tersebut.

“Pelaku merekam videonya sendiri. Terus sempat menyebarkan ke grupnya, tapi sempat ditegur oleh admin grupnya,” ujar Bastoni. ( M )