Maluku, Namlea.SuaraRepublik.News – Kapolres Buru. AKBP Egia. F. Kusumaatmaja S.IK. M.I.K dalam Press Release di Mapolres Buru jalan Pandopo Bupati Buru di Desa Namlea Kecamatan Namlea Kabupaten Buru Rabu (3/02/2021)

Dalam Press Release Sat Reskrim Polres Pulau Buru, (Kapolres Buru) mengatakan untuk diketahui oleh rekan-rekan media terkait ada beberapa kasus yang akan kita sampaiakan dalam rangka program prioritas bapak Kapolri sehingga nanti saya sampaikan kepada rekan rekan semuanya tentang kasus-kasus yang mana telah berhasil kita ungkap atau kurang lebih poin poinnya saja

Dilanjut Kapolres Buru, kasus pertama adalah kasus pencurian untuk di jual dengan modus pencurian sapi modusnya di racun setelah sapi itu mati kemudian di potong’potong dan di angkut menggunakan kendaraan,satu buah mobil kemudia ada 8 buah pisang dua buah pisau dua bungkus kecil obat sianida yang di gunakan untuk meracuni hewan-hewan tersebut

“5 lembar kulit sapi yang berhasil kita ambil sebagai barang bukti kemudian pelakunya ada 3 orang pertama insialnya AT, kemudian IL, dan LL kasus ini sudah masuk dalam proses sidik, dan kasus ini sudah dari tahun 2020 sudah sangat meresahkan masyarakat karena terjadi di daerah Waplau dan Airbuaya,” ujar Kapolres

Lanjut Egia, Kasus berikutnya adalah kasus pencabulan persetubuhan terhadap anak di bawa umir yang di lakukan tersangka RL, RL merayu korban berpacaran dan mengapa sampai ada modus demikian, karena tersangka tinggal di rumah korban kemudian di rayu – rayu ujung – ujungnya di setubuhi, untuk tersangka RL sudah kita amankan dan kasus tersebut dalam proses sidik barang buktinya berupa pakaian tersangka maupun pakian korban. Ucap Egia

Dan di bulan Januari 2021 kemarin masih berhubungan dengan kasus pencabulan persetubuhan anak dengan tersangka atas nama NHP, motifnya tersangka timbul napsu karena sering melihat korban S bermain di halaman rumah.

“Modus yang di gunakan tersangka adalah  dengan cara mengancam dan merayu korban dengan rayuan memberikan permen kepada korban yang masih anak – anak  juga masih di bawah umur, mengapa bisa timbul hal demikian, karena tersangka tinggal berdampingan dengan korban. Barang bukti berupa baju dari korban yang berumur 7 tahun dan kasus ini juga dalam proses sidik ” ungkap Kapolres

Selanjutnya“Kasus Batu Sinabar dengan tersangka adalah TN, tersangka membawa batu sinabar dari Kabupaten. Seram Bagian Barat dengan jumlah 61 kg yang rencananya batu itu akan di bawa ke Surabaya menggunakan kapal laut (Pelni) kemudian di proses barang buktinya di taruh di dua tempat plastik dan koper seakan – akan itu di lihat membawa pakaian, kasus Sinabar juga dalam proses sidik” ujar Kapolres Buru Egia. F. Kusumaatmaja

Menurut Kapolres saat ini Kita sedang fokus dalam kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan yang akan berdampak pada kerusakan lingkungan sehingga kita lakukan langkah – langkah penertiban. kemudian masih berhubungan dengan tambang ilegal dan barang barang berbahaya pelaku atas nama AT yang bersangkutan sendiri adalah oknum Polri yang barang buktinya berjumlah 668 kg Mercuri yaitu barang dalam bentuk cairan yang berjumlah 17 kardus di muat dengan kenderaan mini bus untuk di angkut menggunakan kapal laut keluar dari Pulau Buru yang rencananya akan di bawa ke daerah”lain

Kasus ini juga dalam proses sidik dan tersangkanya tidak bisa kami hadirkan karna lagi pemeriksaan internal polri sehingga belum kita hadirkan di sini untuk barang bukti hasil olahan dari batu sinabar menjadi cairan mercuri.

Kemudian ada juga beberapa kasus yang kemarin meresahkan masyarakat yaitu kasus pencurian di mesjid-mesjid, pertama pencurian di mesjid Jamil Namlea barang buktinya satu buah Mikser Music Song dan satu buah kipas angin modusnya tersangka masuk lewat pintu samping dan mengambil barang barang tersebut

“Hal ini kita sudah diungkap,tersangka MHD karna untuk memenuhi biaya hidup hingga melakukan pencurian.

Karena meresahkan masyarakat hingga muncul di media sosial dan Alhamdulillah,  belum cukup satu Minggu kasusnya suda bisa kita ungkap” imbuh Kapolres

Selain itu Kasus Pencurian berikutnya masih sama pencurian di dalam mesjid tersangka atas nama SH barang buktinya satu buah sterio micser, dan satu buah microfon ini di lakukan tersangka masuk di bagian pintu samping juga kemudian mengambil barang dan juga mengambil beberapa kotak amal di mesjid mesjid dan barang barang tersangka berhasil di ungkap oleh Polsek Namlea dan juga tidak sampai satu Minggu tersangka juga berhasil di amankan.

Yang terakhir kasus pertambangan ilegal dan membawa barang barang”berbahaya yaitu bahan Mercuri dan juga menggunakan sarana kapal laut jumlahnya 26 kilo gram sudah dalam bentuk cairan yang sudah di olah dan mungkin secara singkat saya sampaikan kepada teman-teman Media kita dari Polres Pulau Buru dalam beberapa waktu kemarin mengambil langkah dan upaya upaya menangani apa yang menjadi keresahan di masyarakat

“Terungkapnya masalah pencurian di masjid masjid kemudian pencurian sapi dan Alhamdulila kita ungkapkan dengan cepat di bantu juga oleh masyarakat dengan melakukan informasi kepada kami itu juga merupakan respon cepat dari para polisi dikarenakan cepatnya juga masyarkat memberikan informasi kepada Polisi” pungkas Kapolres Buru.

Maluku P.Buru(i.w)