Suararepublik.news, Gunungsitoli – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Akrindo kepulauan Nias melakukan kunjungan dikantor walikota Gunungsitoli yang diterima langsung oleh PJS wali kota Ir Abdul Haris Lubis Ms.i yang didampingi oleh kadis kom info Fonahia Telaumbanua, jumat,16 Oktober 2020, pukul 09.30 wib di ruang kerjanya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut ketua DPD AKRINDO KEP Nias Edison Sarumaha,S.Pd menyampaikan beberapa isu yang sedang berkembang di kota Gunungsitoli yaitu :

  1. Isu virus corona. Isu ini menjadi masalah di tengah masyarakat terhadap sikap dan tindakan yang dilakukan oleh petugas tim medis, pasien yang memiliki rekam jejak medis berpenyakit gula tetapi saat meninggal ditetapkan sebagai pasien covid-19, hal ini menyebabkan keluarga tidak bisa memakamkan jenazah secara normal hanya akibat klaim pasien covid-19 dan beberapa dinyatakan positif walaupun hanya reaktif, setelah beberapa hari diisolasi kembali  ke rumah setelah dicek ulang negatif. Sepertinya masyarakat kehilangan trust pada petugas kesehatan di rumah sakit, hal ini tidak bisa dibiarkan karena rumah sakit tempat pelayanan publik yang semestinya mendapatkan pelayanan yang nyaman, tidak merasa ketakutan akibat tidak profesionalnya tim medis.
  2. Isu pembagian bantuan sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19, pendistribusian bantuan baik BST yang disalurkan oleh PT POS Gunungsitoli, maupun di BRI Gunungsitoli ( PKH ) dalam bentuk tunai maupun non tunai TIDAK TRANSPARAN seperti yang diungkapkan oleh Lurah Ilir Gunungsitoli Ahmad Irfan Zebua, S,Kom  saat dikonfirmasi oleh awak media sebelumnya bahkan data penerima bantuan tidak ada di kelurahan Ilir Gunungsitoli.
  3. Isu tentang Guru yang mengajar didaerah terpencil tetapi tidak mendapatkan haknya Padahal ada yang sudah 12 tahun mengajar dan sebelumnya menerima dana tersebut, tapi anehnya untuk tahun ini 2020 dinyatakan oleh petugas di dinas yang menangani data tersebut tidak lengkap administrasi.

Seterusnya ia menyampaikan bahwa DPD AKRINDO sebagai sosio kontrol akan berupaya memberi masukan, saran, koreksi dan kritik pada pemerintah bila hal tersebut dibutuhkan

Bapak PJS Wali kota Gunungsitoli Ir Abdul Haris Lubis  M,Si menyampaikan rasa terima kasih kepada pengurus Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Kabar Online Indonesia kepulauan Nias atas kunjungannya dan menyampaikan beberapa isu yang telah berkembang saat ini di kota Gunungsitoli. Isu tentang corona Ia menyampaikan bahwa bukan hanya di kota Gunungsitoli, pemahaman tentang pasien yang di koronakan hal ini merupakan situasi yang sulit dipahami karena pasien yang berpenyakit gula atau darah tinggi ketika diperiksa memiliki ciri-ciri penyakit covid maka pasien tersebut secara administrasi di masukan sebagai pasien covid -19 maka ketika pasien tersebut meninggal maka akan dimakamkan sesuai aturan pasien covid-19  Karena dikhwatirkan akan menular pada orang lain, dan akan menjadi masalah baru.

Isu tentang distribusi bantuan sosial diakui bahwa permasalahan ada pada data yang tidak segera dilakukan eksekusi ( perbaikan ) sehingga masalah ini belum teratasi dengan baik, namun demikian beliau mengatakan akan berupaya untuk konfirmasi pada dinas terkait berdasarkan informasi secara tertulis yang dapat membantu untuk mengingatkan manakala lupa.

Isu tentang guru yang mengajar didesa terpencil yang tidak mendapatkan haknya akan kami telusuri bila informasi yang disampaikan secara tertulis.

Beliau menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya untuk memberi solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi sehingga program pemerintah bisa berjalan dengan baik.

Diakhir pertemuan Pengurus DPD AKRINDO KEP NIAS foto bersama dengan PJS. Walikota Gunungsitoli. (Tim).