Suararepublik.news – Kerasnya kehidupan kota, membuat sekelompok orang ini harus menghalalkan segala cara dalam pemenuhan ekonomi sehari-hari. Walau dilarang, mereka tetap ‘kucing-kucingan’ dalam menjajakan barang haram ini. Menurut mereka, barang haram miras merupakan produk dagang yang tetap laku walau di tengah corona.

Terinsiprasi sulitnya kehidupan para pedagang kaki lima di tengah corona inilah, Sutradara Imam Armo membuat film documenter dengan judul The Hawker untuk mengedukasi masyarakat luas.

Film documenter the Hawker, kata Imam, membahas permasalahan sosial yang ada di suatu daerah tertentu.

“Seorang pedagang kaki lima, karna kebutuhan dan tuntutan ekonomi, sehingga ia berani menjual minum minuman keras, Tentu sangat menarik banget untuk mengetahui fakta-fakta yang terjadi dibalik film ini, yang pasti memberikan kita pengetahuan dan pandangan mengenai suatu peristiwa di daerah-daerah. antara norma dan kebutuhan hidup,” kepada wartawan di Puspemkot Tangerang, Kamis (10/9/2020).

Imam bilang, dibalik film dokumenter The Hawker ini sangat menarik untuk edukasi masyarakat luas. “Serta eksplorasi pentingnya menjaga keamanan,menyamanan serta ketertiban dalam kehidupan sosial masyarakat sekaligus melihat sisi kebutuhan, hingga akhirnya membawa pada sebuah dilemma,” paparnya.

Dalam kesempatan itu Imam berpesan agar pemerintah dapat lebih memahami tentang kerasnya kehidupan seorang pedagang kaki lima.

“Dan pemerintah kedepannya dapat memberikan solusi agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam keluarga mereka (kaki lima, red),” harapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menambahkan, pihaknya mengapresiasi dan sangat mendukung terwujudnya film documenter The Hawker tersebut.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi pembuatan film The Hawker. Film ini mengangkat keseharian pedagang kaki lima di Kota Tangerang di tengah corona,” ungkap Turidi.

Sebagai informasi, film documenter The Hawker garapan PH Gajah Mada ini akan ditayangkan pada September 2020.

Film documenter ini didukung para pemeran diantaranya Boylee Salim, Rahayu kusnadi, Dewitia, Herman Y Simarmata, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto, Sat pol PP dan juga tokoh masyarakat. ( SRN )