Gunungsitoli-Suarar republik News – Pengadilan Negeri Gunungsitoli menggelar sidang perkara perdata terkait gugatan perbuatan melawan hukum yang yang di lakukan oleh BRI CABANG teluk dalam dilayangkan oleh pihak penggugat dalam hal ini kuasa hukum penggugat I dan II an Sehati Halawa,SH. MH dan Elyfama Zebua, SH atas tindakan yang dilakukan oleh pihak tergugat I dalam hal ini Direktur Utama PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk cq. Pimpinan Cabang Pembantu Telukdalam Perseroan Terbatas (PT. BRI) melalui kuasa hukumnya pada  Selasa, 24/08/2021.

Dalam proses perkara perdata yang sedang jalan ini terkait pelaksanaan lelang atas barang jaminan penggugat I dinilai tidak adil, tidak terbuka dan tidak objektif bahkan tidak melalui prosedur yang sah dan telah bertindak sewenang-wenang perlakuan pihak tergugat I terhadap pihak penggugat 1 dan II .

Para Penggugat kecewa atas perbuatan oknum BRI Cabang Teluk Dalam. Kronologis awalnya penggugat mengungkapkan bahwa saat dirinya meminjam uang di BANK BRI senilai 120.000.000 rupiah, dan telah di cicil sehingga 75% dari jumlah pinjaman telah di selesaikan, lalu sisa utang sebesar 32.000.000 rupiah, pas saat pembayaran mulai menunggak karena istri penggugat sakit parah sehingga ekonomi mereka menurun. Dan beberapa kali datang ke BRI Cabang Teluk Dalam untuk menyelesaikan, namun oknum petugas BRI mengatakan harus kamu selesaikan sebesar 280.000.000 rupiah, lalu pihak penggugat merasa di peras oleh oknum BRI dan mengatakan “tanah dan bangunan saudara sudah dilelang” itu semua tanpa sepengetahuan pihak saya atau penggugat, dan semua dokumentasi saya telah dirubah menjadi atas nama orang lain, saya penggugat merasa keberatan dan dizolimi oleh oknum BRI, ” ujarnya di depan media secara terbuka”.

Dalam gugatannya, penggugat I dan II memohon kepada Pengadilan Negeri Gunungsitoli berkenan memeriksa dan mengadili gugatan perkara perdata ini memohon memberikan putusan hukum yang adil.

Sementara pihak tergugat I melalui kuasa hukumnya menyatakan dalam eksepsi bahwa gugatan penggugat kabu tidak jelas (obscuur libel) sehingga memberikan permohonan kepada Pengadilan Negeri Gunungsitoli untuk menolak gugatan penggugat dan atau minimal gugatannya tidak dapat diterima serta menghukum penggugat untuk membayar biaya-biaya di seluruh tingkat pengadilan.

Selanjutnya pihak tergugat II dalam eksepsinya menyatakan untuk menerima eksepsi tergugat II dan gugatan para penggugat tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).

Pihak tergugat IV dalam hal ini  Ardiman Zebua juga dalam eksepsinya mengungkapkan hal yang sama untuk menerima eksepsinya sebagai tergugat IV serta gugatan penggugat tidak dapat diterima.

Badan Pertanahan Nasional cq Kantor Pertanahan Kabupaten Nias Selatan sebagai tergugat V dalam jawabannya menyatakan menerima eksepsi tergugat V dan gugatan para penggugat tidak dapat diterima.

Untuk persidangan lanjutan akan digelar dan dijadwal berikutnya.(Y.Gea)