PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) optimis pasar properti akan pulih di akhir tahun 2017 ini. Indikatornya perusahaan pengembang properti tersebut berhasil menghimpun total pre project selling selama 9 bulan tahun 2017 lewat penjualan Meikarta sebesar Rp 5,4 triliun.

Demikian diungkapkan manajemen PT. Lippo Karawaci Tbk (LPKR), lewat Presiden Direkturnya Ketut Budi Wijaya dalam siaran pers yang dirilis 23/10 2017.

“Di tengah pelemahan pasar properti, kami telah memutarbalikkan tren dengan meluncurkan kota modern baru yang berkualitas tetapi tetap terjangkau yang terletak di jantung pusat industri Indonesia, Meikarta. Dalam waktu empat bulan sejak awal diluncurkan pada pertengahan Mei 2017, Meikarta telah menghasilkan prapenjualan Rp. 4,9 triliun,” terang Ketut.

Menurut Ketut angka Rp. 5,4 triliun per 30 September 2017 itu bahkan merupakan angka pra penjualan tertinggi sepanjang sejarah LPKR. “Kami percaya pasar properti Indonesia akan mulai pulih pada akhir 2017,” kata dia optimis.

Ketut juga optimis bahwa penjualan Lippo akan semakin menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu ke depan lewat penjualan Meikarta.

Hal tersebut tidak lain adalah karena LPKR  berani mengembangkan apartemen mewah dengan harga terjangkau bagi kalangan kelas menengah.

Fasilitas & Hunian Murah Dongkrak Penjualan Meikarta

Menurut Manajemen, hunian murah Meikarta sangat diminati konsumen. Buktinya, berdasarkan data penjualan menunjukkan, 130 ribu Unit Apartemen ludes dipesan. Dan ini tidak perlu pakai proses yang lama.

Selain hunian yang harganya terjangkau, fasilitas yang ditawarkan oleh Meikarta komplit dan terintegrasi satu sama lainnya. Hal tersebut membuat konsumen antusian memiliki hunian Meikarta

Menurut CEO Lippo Group, James Riady, proyek Meikarta ini sudah sejalan dengan cita-cita pemerintah yang hendak mewujudkan 11 juta hunian murah.

”Jadi, ada 11 juta orang yang ingin beli rumah, tapi harga rumah tidak terjangkau. Jadi bayangkan mana yang bisa memenuhi kebutuhan ini,” terangnya dalam acara BTN Awards belum lama ini.

Tidak heran, torehan positif ini sebelumnya juga diganjar penghargaan oleh Bank Tabungan Negara (BTN) untuk kategori “Breakthrough Phenomenal Campaign (Best Marketing)“.