Suararepublik.news – Direktur PDAM Tirta Umbu Kabupaten Nias  menggelar  pertemuan dengan masyarakat Desa Lasarabahili, pengurus DPD AKRINDO kepulauan Nias  pada hari jumat tanggal 10 Juli 2020 di jalan Tirta No 37 Gunungsitoli, Pertemuan digelar berdasarkan surat dari masyarakat Desa Lasarabahili dan surat DPD AKRINDO kepulauan Nias tanggal 27 Mei 2020, No : 09/DPD-AKRINDO/KPN/V/2020.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh kepala bagian perekonomian setda kabupaten Nias Fabualasa Laoli, S.Pd selaku sekretaris dewan pengawas PDAM Tirta Umbu Kabupaten Nias, pengurus DPD AKRINO kepulauan Nias, Direktur PDAM Tirta Umbu dan beberapa staff.

Ketua DPD AKRINDO kepulauan Nias Edison Sarumaha, SPd menyampaikan bahwa tentang air bersih merupakan tanggungjawab Negara terhadap rakyat sebagaimana tertuang dalam UNDANG-UNDANG NO: 17 TAHUN 2019 TENTANG SUMBER DAYA AIR PADA PASAL 6 NEGARA MENJAMIN HAK RAKYAT ATAS AIR GUNA MEMENUHI KEBUATUHAN POKOK MINIMAL SEHARI-HARI BAGI KEHIDUPAN YANG SEHAT DAN BERSIH DENGAN JUMLAH YANG CUKUP, KWALITAS YANG BAIK, AMAN, TERJAGA KEBERLANGSUNGANNYA DAN TERJANGKAU.

Maka apa yang dialami oleh masyarakat Desa Lasarabahili merupakan sebuah kelalaian Negara terhadap penyediaan kebutuhan pokok rakyat yang telah terjadi dalam rentang waktu yang cukup lama sekitar 5 tahun, dan hal ini terjadi oleh akibat perbuatan seseorang yang tidak bertanggungjawab dan pemerintah kabupaten Nias serta pengelola PDAM Tirta Umbu telah lalai dan masalah ini terabaikan seakan bukan hal prioritas. Tentang lahan yang diambil alih oleh penghibah sebelumnya hal inipun telah diatur dalam UNDANG-UNDANG  DASAR TAHUN 1945 PASAL 33 YANG MENYATAKAN BUMI DAN AIR SERTA KEKAYAAN YANG ADA DI DALAMNYA DIKUASAI OLEH NEGARA. Maka direkomendasikan supaya hal ini segera dicari solusi supaya kebutuhan akan air bersih bisa terpenuhi.

Yason hulu menyampaikan bahwa lahan sebagai tempat penampungan air yang telah digugat oleh pemilik lahan dan pemerintah tidak dapat melakukan sesuatu menunjukan bahwa tata kelola administrasi amburadul sehingga dokumen hibah tidak ditemukan hingga saat ini. Seterusnya ia meminta salinan  laporan pengaduan yang di sampaikan  kepada pihak kepolisian yang sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Akrindo siap membantu lewat jalur hukum bila diperlukan baik dilevel kabupaten /kota/propinsi maupun di tingkat pusat.

Direktur PDAM Tirta Umbu Juniusman SE,.MM mengapresiasi kepedulian DPD AKRINDO terhadap kebutuhan pokok rakyat tentang air bersih selanjutnya dalam paparannya menyampaikan bahwa masalah tidak terdistribusinya air pada masyarakat Desa Lasarabahili diakibatkan pemilik lahan sebelumnya telah mengambil alih kembali lahan sebagai tempat penampungan air,  dan juga debit air yang selama ini hanya 10 L/D masih kurang.

Dan pengelola PDAM tirta Umbu sedang berusaha mencari solusi terhadap masalah yang sedang terjadi sesuai dengan kapasitas yang dimiliki, supaya kami diberikan waktu untuk menyelesaikan karena kami belum bisa menentukan batas waktu penyelesaian sebagaimana yang diharapkan.

Fabualasa Laoli S.Pd sebagai sekretaris dewan pengawas PDAM Tirta Umbu menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Nias sedang berusaha untuk mencari solusi terhadap kebutuhan air bersih yang masih terkendala dibeberapa titik selama ini, dengan telah diadakan survey dan studi kelayakan terhadap sumber daya air bersih yang tersedia dan fasilitas yang telah direncanakan sebagai sebuah program pengembangan kedepan maka hal ini akan menjadi solusi terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat kabupaten Nias dan juga masyarakat kota Gunungsitoli.

Melianus Laoli sebagai Ketua Tim Investigasi DPD AKRINDO menyampaikan supaya penggunaaan anggaran tepat sasaran dan berdampak pada kebutuhan rakyat, supaya masalah ini tidak terulang dan segera diselesaikan karena kalau tidak persepsi negatif yang telah tercipta selama ini bahwa pengelola PDAM Tirta Umbu dan staff melakukan penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugas, tidak akan sirna.

Dalam pertemuan tersebut disimpulkan beberapa hal :

  1. Masalah air bersih di Desa Lasarabahili akan diupayakan penanganannya dalam waktu dekat, PDAM Tirta Umbu akan koordinasi dengan pengurus DPD AKRINDO Kep Nias dan masyarakat yang membutuhkan air bersih
  2. Pengelola PDAM Tirta Umbu terbuka kepada publik terhadap saran dan kritik demi perbaikan kinerja pelayanan kebutuhan masyarakat akan air bersih
  3. Bila staff  PDAM Tirta Umbu menyalahgunakan wewenangnya dalam pelayanan pada publik terkait air bersih, siap dilaporkan pada penegak hukum.

Pertemuan diakhiri dengan foto bersama antara pengelola PDAM Tirta Umbu kabupaten Nias dan Pengurus DPD AKRINDO Kepulauan Nias.

(M.S)