Suararepublik.news – Debat Calon Walikota Tangerang Selatan yang dilaksanakan kemarin (22/11) dan disiarkan langsung oleh saluran TV Nasional menyisakan sejumlah pertanyaan. Dalam debat di segmen ke empat, pasangan Siti Nurazizah – Ruhamaben menanyakan pada pasangan Muhammad – Saraswati terkait dengan aset PDAM yang belum beralih dari Pemkab Tangerang ke Pemkot Tangsel. Menjawab hal tersebut, paslon Nomor 1 mengatakan tidak ada permasalahan yang berarti terkait hal tersebut. Padahal, pengalihan aset PDAM tersebut terhambat permasalahan yang sangat esensial.

Muhammad mengatakan permasalahan pengalihan aset PDAM dari Pemkab Tangerang ke Pemkot Tangsel “hanya” terletak pada soal kemauan saja. Meski hanya soal kemauan, nyatanya selama beliau menjabat sebagai Sekda Tangsel sejak tahun 2017, tanggung jawab pengalihan aset PDAM belum juga terselesaikan.

Hal itu berarti, sebetulnya ada permasalahan penting soal kepemimpinan dan “political will” pemerintah yang menjabat. Sesuai amanat UU No.51 tahun 2008, pengalihan aset dibatasi selambat-lambatnya lima tahun sejak berdirinya daerah otonom Kota Tangerang Selatan. Sedangkan hingga saat ini, setelah 12 tahun berlalu, pengalihan aset PDAM tersebut belum selesai. Padahal, Aset PDAM ini sangat bernilai. Bukan hanya karena masyarakat Tangsel membutuhkan air bersih dan air minum, tetapi ini juga berarti hilangnya pendapatan daerah dari sektor air bersih.

Fakta ini semakin menunjukkan bahwa baik cawalkot nomor 1 sebagai sekertaris daerah, dan cawalkot nomor 3 sebagai wakil walikota mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan terkait aset PDAM ini selama masa pengabdian sebelumnya, namun kenyataannya tidak berhasil. Belum lagi asset-asset lainnya. PDAM hanyalah salah satu contoh aset saja.

Untuk itu, jika terpilih nanti, pasangan Siti Nurazizah -Ruhamaben sebagai pasangan tanpa beban masa lalu, berusaha untuk membawa solusi baru dari permasalahan yang tak kunjung selesai ini. Semoga bisa membawa manfaat yang lebih besar untuk masyarakat Tangsel.(*)