Suararepublik.news – Seorang wanita berinisial AI, mengklarifikasi tuduhan bahwa dirinya bermesum dengan Walikota Langsa, Usman Abdullah seperti yang diberitakan oleh salah satu media online.

Dalam sebuah jumpa pers di sebuah kafe di Banda Aceh, Rabu (18/8/2021), AI mengklarifikasi pemberitaan yang muncul di salah satu media online dan menyebut berita itu tidak benar dan juga sebagai fitnah yang sangat keji.

IA juga meminta media tersebut mencabut berita fitnah tersebut.

AI saat memberi penjelasan kepada wartawan

Dalam pernyataannya, AI mengaku sangat trauma dengan berita fitnah tersebut

Ia meminta maaf kepada Walikota Langsa beserta keluarganya dan juga meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Langsa.

Wanita ini juga mengaku bersedia menjadi saksi kapanpun dan dimanapun.

Akibat berita fitnah tersebut, IA saat ini sedang sangat tertekan karena telah membuat tercemar nama baik dirinya dan keluarganya.

Berikut pernyataan AI, yang dibacakan di depan sejumlah wartawan:

Saya Nuraina (AI) di sini menyatakan dengan sesungguhnya.

Sehubungan dengan berita beberapa media online tentang pelecehan seksual yang dilakukan Bapak Walikota Langsa kepada saya.

Dalam hal ini saya menyatakan bahwa itu tidak benar sama sekali, melainkan itu adalah fitnah kepada Bapak Walikota Langsa dan kepada saya.

Adapun hal tersebut sangat menyimpang dari persoalan yang sebenarnya.

Dalam hal ini saya memohon maaf kepada Bapak Walikota Langsa beserta keluarganya dan juga kepada seluruh masyarakat  Kota Langsa.

Jika keterangan saya diperlukan, saya bersedia menjadi saksi kapan saja dan dimana saja.

Demikian pernyataan saya. Terima kasih.

Reaksi KPA di Langsa

Fitnah terhadap Walikota Langsa, Usman Abdullah telah memantik reaksi dari Komite Peralihan Aceh (KPA) di Langsa.

“Kami mendukung penuh langkah hukum yang akan dilakukan Walikota,” kata Ketua KPA Sagoe Aramiah, Nurdin Djuned alias PS Teh kepada ACEHSATU.com, Selasa (17/08/2021).

Menurutnya, apa yang dilakukan  Muslim alias Cut Lem sudah melewati batas dan ini harus diselesaikan secara hukum.

Menyebarkan berita fitnah kedepan publik merupakan kejahatan yang harus diusut tuntas.

“Bagi kami jajaran KPA fitnah keji  tersebut tidak dapat kami terima,  karena sudah menjatuhkan harga diri pemimpin kami di hadapan publik. Dan kami menduga ada pihak-pihak yang ingin menjatuhkan kredibilitas pemimpin kami,” kata PS Teh.

Selanjutnya KPA Sagoe Aramiah meminta pihak kepolisian untuk mengusut siapa saja yang terlibat dalam kasus fitnah ini. Dan siapa pun yang terlibat agar diberikan ganjaran hukum.

Dukungan juga disuarakan oleh KPA Sagoe Langsa Kota, Sagoe  Paya Bujok, Sagoe Langsa Lama dan Sagoe Pusong Kuala. Rilis dari Aceh.com (*)