Suara republik.news Tulungagung 04/08/2020,, Pada hari senin Tanggal 03 agustus 2020 Ratusan warga di desa Ngrejo kecamatan Tanggunggunung sekitar pukul 09.00 wib mendatangi balai desa untuk menyampaikan aspirasinya terkait kinerja sekretaris desa setempat.Terlihat beberapa warga yang datang membawa spanduk berisi tuntutan agar WW dicopot dari jabatannya selaku sekretaris desa

Kedatangan mereka disambut baik oleh kepala desa,Kapolsek beserta personil dan babinkamtib.

Yuli salah satu warga yang menjadi perwakilan menyampaikan beberapa hal yang menurut mereka menjadi penyebab WW harus  dicopot dari jabatan sekdes.

“Adanya pelaporan kepada salah satu warga ke pihak aparat kepolisian setempat terkait penebangan pohon di wilayah desa ngrejo yang dilakukan oleh sekdes,selain itu juga adanya arahan dari sekdes untuk menanam pohon yang hanya bisa diambil kayunya saja sebagai hasilnya di wilayah kawasan perlindungan setempat (KPS) sedangkan warga sekitar menginginkan menanam tanaman yang bisa diambil hasilnya semisal alpukat,durian agar bisa dijual,serta adanya ancaman kepada warga di sekitar pantai brumbun yang akan dibakar jaring untuk menangkap ikan kalau tetap berserakan di pantai”ujar yuli

Menjelaskan beberapa alasan terkait tuntutan ww yang sekarang menjabat sekdes

menanggapi aspirasi salah satu warga yang ditunjuk untuk mewakili langsung dijawab oleh Sujarwo selaku kepala desa Ngrejo.”Pelaporan tersebut dilakukan oleh  mantri perhutani bukan oleh sekdes karena masuk wilayah KPS milik perhutani sedangkan untuk penanaman yang dilakukan bukan jenis tanaman buah karena sebelumnya sudah melalui proses musyawarah dan diatur melalui peraturan desa yang ada,untuk pencopotan jabatan sekdes harus melalui prosedur yang seharusnya dan ada dasar sebagai pembuktian” jawab kades.

“Sedangkan yang berhak melakukan evaluasi kinerja sekdes adalah inspektorat sesuai dengan peraturan yang berlaku”ujar kades menambahi.

Sukardi selaku Kapolsek tanggunggunung yang ikut serta melakukan mediasi menambahi pernyataan kades dari segi hukum.”Alangkah baiknya semua didasari oleh bukti yang ada setelah melalui proses penelusuran lebih dahulu,untuk selanjutnya bisa dilaporkan ke pemdes ataupun ke kepolisian setempat agar bisa ditindak lanjuti sesuai aturan”,kata Kapolsek

“Semua ada solusinya,apakah nantinya akan dicari jalan keluarnya dengan kekeluargaan atau harus proses pidana semisal kasus narkoba”ujar Kapolsek menambahi,

Ww yang pada saat itu berada di salah satu ruangan di balai desa akhirnya mau menemui dan menjelaskan secara langsung atas permintaan warga yang datang terkait adanya juga informasi yang beredar tentang pelarangan terhadap anak didik paud bersekolah di gedung paud yang dibangun didusun kuning sehingga warga harus menempuh jarak yang lumayan jauh menuju paud yang berada didusun ngrejo untuk mengantar anaknya sekolah.”Tidak ada yang melarang untuk sekolah disana,apalagi gedung paud tersebut baru saja dibangun dan semua kelengkapan sesuai protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran covid-19 tersedia,hanya saja pembelajaran memang belum bisa dilakukan karena wabah tersebut”kata ww.

Setelah mendengar jawaban dari kades dan sekdes untuk permintaan warga diawal agar ww dicopot dari jabatan sekdes berubah.

“Kalaupun tidak bisa dicopot dari sekdes minimal ada tindakan agar ww dimutasi ke posisi perangkat yang lain karena tindakannya selama ini tidak pro rakyat dan kurangnya sosialisasi kepada warga “ujar yuli.

Menanggapi hal tersebut kepala desa tidak bisa memutuskan tanpa melalui prosedur seharusnya.

“Secepatnya akan kita undang perhutani,lmdh,KPS,pokdarwis serta perwakilan warga agar ada kejelasan dari aspirasi warga yang disampaikan hari ini”ujar Sujarwo kades yang disambut ungkapan persetujuan dari pihak kapolsek

“Kapanpun waktu dan harinya kita siap membantu demi terciptanya situasi yang kondusif”kata Kapolsek

Meskipun banyak warga yang datang suasana tetap terjaga dari awal sampai akhir.,,, Yl/Yps/Kbt