Suararepublik.news Tulungagung 27/07/2021,Meninggalnya warga Desa Mergayu kecamatan Bandung Sobirin (46) dan Soelawijah (76) keduanya merupakan Warga dusun Brakah yang menurut keterangan dari Irkramul Huda selaku kepala desa Mergayu,meninggalnya terpapar Virus Covid-19 sebagaimana keterangan dari pihak dari puskesmas Pagerwojo

Huda juga menuturkan Keganasan serta penularan virus covid-19 membuat pihak keluarga duka bahka tim Satgas Covid di wilayahnya tidak berani ambil langkah dalam pemulasaran jenasah,berbagai aspek sudah ia jalankan termasuk meminta pemulasaran jenasah dari Rsud dr Iskak namun  hasilnya nihil,sehingga dengan meminta pertimbangan dari pihak keluarga maka mengambil kesimpulan meminta Bantuan kepada Basarta melalui surat tertulis yang ditandatanganinya bahkan Babinsa serta Babinkantibmas desa mergayu sebagai saksi yang bertandatangan pada surat yang ditujukan kepada Basarta

“Berbagai upaya kami lakukan namun Ketakutan dari Satgas desa serta pihak keluarga akan penyebaran virus covid-19 maka Kami dari pihak desa meminta bantuan kepada Basarta,Suatu kebanggaan dan apresiasi dari kami Pemerintah desa Mergayu khususnya kepada Basarta yang tanpa melihat situasi dan kondisi mau membantu pemulasaran (pemakaman) Jenasah warga kami yang terpapar Covid-19 semata – mata demi kemanusiaan”,jelas beliau

Saat dikonfirmasi terkait adakah anggaran yang ditentukan oleh Basarta Heru menegaskan,tidak ada biaya ataupun patokan harga dari Basarta dalam membantu Pemulasaran

“Jika ditanya terkait biaya Alhamdulillah tidak  ada patokan ataupun biaya kusus hanya keiklasan dari Pihak keluarga atau dari pemerintah desa semata – mata uang ganti transport,dapat ditanyakan kepada pak Babin yang juga ikut hadir saat pemakaman”,Tegasnya

Disatu sisi menyikapi beberapa berita yang sempat beredar dengan tuduhan kepada pihak Basarta,Edy siswoyo selaku Ketua dari basarta menyangkal dengan tuduhan tersebut

“Adanya berita yang beredar terkait anggaran yang ditentukan oleh Basarta sebagai Lembaga kemanusiaan  Pemulasaran Jenasah Covid-19 itu tidak benar,yang ada kami disini membantu dengan sepenuh hati,jikapun ada hanya keiklasan tanpa patokan harga yang diberikan Pihak keluarga ataupun pemerintah desa kepada kami”.pungkas….Yps/kbt