Gunungsitoli, Suararepublik.news – Pada hari ini , selasa 14 Juli 2020, pukul  08.00 wib jadwal pembagian bst kecamatan Gunungsitoli yang dilaksanakan di STT SUNDERMAN.

Dalam pendistribusian bst pada pukul 15.00 wib warga yang berkerumun dibubarkan oleh polisi yang berjaga dilokasi karena ruangan tempat pendistribusian bantuan penuh dan sesak sehingga situasi sulit dikendalikan bahkan jalan di sekitar jalan pendidikan sempat macet karena kerumunan warga dari beberapa desa  dan akhirnya petugas pt pos Indonesia cabang Gunungsitoli berhenti melakukan pembagian bst dan menginformasikan untuk pembagiannya akan dikomunikasikan pada kepala desa masing-masing atau lurah. Dengan banyaknya warga yang telah berkerumun polisi terpaksa membubarkan mereka.

Awak media yang turun kelokasi kejadian berkomunikasi dengan beberapa warga yang datang kelokasi  dan mereka menuturkan bahwa mereka telah datang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan merasa kecewa dan marah serta emosi karena mereka sudah datang kemudian petugas pt pos menghentikan pembagian bst dengan alasan warga tidak mematuhi protocol kesehatan.

Ketika dikonfirmasi kepada kepala dinas sosial kota Gunungsitoli  Asieli Zega membenarkan bahwa jadwal dan jumlah ( 32 ) desa/lurah  telah di terima sebelumnya dan kekacauan yang terjadi sore hari ini tidak mengetahiui penyebabnya dan kepala bagian dinas sosial telah turun kelapangan untuk konfirmasi penyebab terjadinya kecakacauann dilapangan yang menyebabkan pembagian bst dihentikan , dan untuk distribusi selanjutnya akan dikoordinasikan dengan pimpinan pt pos Indonesia cabang Gunungsitoli.

Ketua DPD AKRINDO Kepulauan Nias Edison Sarumaha sangat menyesali perbuatan pelayan pt pos yang tidak professional dalam menjalankan tugas terhadap penyaluran bst pada masyarkat yang terdampak covid 19 khususnya di kepulauan Nias. Pimpinan PT pos semestinya memperhatikan beberapa aspek dalam pelayanan pada publik  aspek tersebut : 1. Jumlah pelayan, Jumlah yang dilayani,  sarana prasarana atau fasilitas yang mendukung pelayanan dan waktu pelayanan. Sebagaimana yang tertuang dalam  PP NO 15 TAHUN 2013 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO 38 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN POS pada bab III standar pelayanan  pasal 10 1.a ketersediaan akses layanan, b. keteraturan layanan, c kompetensi sumber daya manusia d. kepuasan pelanggan. 2. a. Kepastian waktu layanan, c. kejelasan prosedur layanan h, sarana, prasarana atau fasilitas

Bila hari ini selasa ( 14 Juli 2020 ) terjadi kekacauan hal tersebut terjadi akibat tidak mempertimbangkan efesiensi waktu dan lokasi serta fasilitas yang digunakan dalam pelayanan kepada publik. Sehingga masyarakat yang datang kelokasi dengan menyewa mobil berharap mendapatkan uang dari BST akan tetapi yang terjadi justru mengeluarkan uang. Diharapkan supaya hal serupa tidak lagi terjadi.

Ketika awak media konfirmasi kepada salah seorang pimpinan PT Pos Indonesia cabang Gunungsitoli sepertinya mereka menghindar dengan cara tidak mengangkat hp

Ketua tim Investigasi DPD AKRINDO Kepulauan Nias Melianus Laoli mengatakan pelayan pt pos Indonesia cabang Gunungsitoli telah berulangkali melakukan tindakan yang merugikan masyarakat,  pt pos sebagai lembaga penyalur semestinya tidak hanya memikirkan keuntungan semata sehingga terkesan memaksa untuk distribusi bantuan dengan waktu yang begitu singkat (32) desa/lurah dalam sehari dan hal ini tidak logis denga jumlah pelayan yang ada dilapangan akan  tetapi juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan karena banyak penerima manfaat yang sudah lansia. Ia berharap supaya seluruh stakeholder dapat mempertimbangkan bila mau kerjasam terhadap lembaga yang tidak profesional dalam menjalankan tugas yang menyebabkan kerugian pada publik  tandasnya. ( E.S)