Suararepublik.news Tulungagung 25/03/2021,,Ketergantungan masyarakat kepada pengunaan Pupuk Kimia didalam pengolahan lahan kususnya didalam pertanian sangat mendominan bagaimana perolehan terkait hasil panen,namun tanpa terfikirkan jika lahan tersebut terus menerus mengunakan pupuk kimia tanpa di imbangi pupuk organik maka kontruksi lahan akan rusak.

Menyikapi kurangnya pupuk subsidi dari pemerintah dan  Kerusakan lahan karena ketergantungan dengan kimia,Peran serta pemerintah desa Tanggunggunung kecamatan tanggunggunung kabupaten Tulungagung dalam peningkatan keterampilan bagi warganya diwujudkan dalam pelatihan pembuatan pupuk organik Padat dan Cair,untuk pupuk Organik padat dilaksanakan pada Hari kamis (25/03/2021) dan dilanjutkan pada hari  Jumat (26/03/2021) Untuk pelatihan pembuatan pupuk Organik Cair.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Tanggunggunung beserta Staf,Babinsa Babinkamtibmas Desa Tanggunung,Camat Tanggunggunung yang diwakili oleh Mudawam selaku Kasi Pemberdayaan Perekonomian masyarakat,Penyuluh pertanian Kecamatan Tanggunggunung,Pengurus hingga anggota karangtaruna Desa Tanggunggunung,anggota Kelompok Tani Sempulur Makmur,yang Menghadirkan Mas Timour.Amd.SH Selaku Ketua Presidium Penyuluh Pertanian sebagai Motifator sekaligus Pemateri yang digandeng oleh Bapak Ahmad Rojik dari Penyuluh Pertanian Swasta

Gito Selaku Sekdes Tanggunggunung mewakili kepala desa Tanggunggunung menyampaikan,”Dengan diadakannya pelatihan pupuk organik kali ini,kami selaku Pemerintah Desa mengharapkan dari karangtaruna dan kelompok tani benar – benar mengunakan fasilitas dan juga pembelajaran ini agar dikembangkan jangan sampai diam ditempat seperti pelatihan lain di masa dulu”.Begitu juga yang disampaikan oleh Mudawam yang  menerangakan,”Karangtaruna adalah garda terdepan jadi jika tidak dimulai dari yang muda,akan dimulai dari mana lagi.Syukur alhamdulillah kususnya Karangtaruna Desa Tanggunggunung mau dan mampu mengunakan Pemberdayaan masyarakat dengan mengunakan Pelatihan pupuk Organik supaya dikembangkan”.tutur beliau

Memasuki Kegiatan inti untuk motifator dan pemateri yang pertama disampaikan oleh Mas Timour,”Melihat kontruksi lahan kususnya di Tanggunggunung yang diuji Lab seharusnya kesuburan lahan di atas 5 % namun riilnya saat ini  hanya 2 % karena kurangnya pengunaan pupuk organik dan Kompos dikarenakan ketergantungan dengan pupuk kimia,padahal melihat banyaknya masyarakat Tanggunggunung yang dalam keseharian sebagai peternak Kambing dan Sapi”.

Dilanjutkan oleh Bapak Rojik sebagai pemateri yang kedua menekankan,”Ketergantungan dengan pupuk kimia tidak baik untuk kesuburan Lahan dan terutama bagi kesehatan Munusia,wacana dari pemerintah tentang pengunaan pupuk organik dalam mengurangi pengunaan pupuk kimia sebagai pencanagan program kedepan,maka dari itu kita buat trobosan pemberdayaan masyarakat melalui Pelatihan ini dengan tujuan memulai Kreatifitas dari lini bawah”,cetusnya….Yps/Kbt