Suararepublik.news – Sejak ramai di beritakan oleh media online dan cetak baru baru ini, Terkait pengerjaan jalan lingkungan yang di sebut asal jadi serta asas manfaat, yang menurut Aliansi Tangerang Raya Bersatu bahwa di duga mengakibatkan kerugian keuangan negara, terjawab sudah oleh pihak kontraktor dan Dinas  PERKIM (Perumahan Dan Permukiman) Provinsi Banten.

Dalam penjelasan yang di berikan oleh pihak Dinas Perkim, Srinarko (Kabid Dinas PERKIM) bahwa pekerjaan tersebut sudah sesuai. Namun karena jalan di lewati truk,  jadi pengaspalan yang sudah selesai di lakukan terlihat sedikit rusak, namun sudah di benahi. Dalam siaran pers nya saat di konfirmasi awak media.

Hal senada juga disampaikan oleh pihak kontraktor, H.Kusnadi saat memberikan penjelasan kepada awak media di kediamannya. Pihak nya membenarkan, pada saat  diketahui jalan tersebut ada yang rusak, maka langsung memperbaiki.

“Jadi, tidak benar proyek pengaspalan jalan lingkungan yang  di Jln AMD Babakan Pocis Gg.H Wardin Rt 04/ RW 01 Bakti jaya Tangerang Selatan, kami kerjakan asal-asalan,” ungkap H. Kusnadi. (17\09\2021)

H. Kusnadi menambahkan anggaran untuk pengaspalan jalan tersebut, senilai 189 juta, dari anggaran dari dinas PERKIM Provinsi Banten. Anggaran tersebut dari hasil Penunjukkan Langsung (PL) untuk pengaspalan jalan.

“Jadi anggaran yang digelontorkan semuanya benar-benar diperuntukkan buat pekerjaan pekerjaan aspal tersebut. Jadi kita klarifikasi kembali tidak benar anggaran yang diserap hanya Rp.93 juta atau tidak mencapai 50%, karena pekerjaan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang diajukan,” terangnya.

Sementara Srinarko Kabid Dinas Perumahan Rakyat  dan  Kawasan permukiman (PERKIM) mengatakan pihaknya sudah memberikan penjelasan terkait pemberitaan, tentang pengerjaan jalan lingkungan tepat nya di Jln AMD Babakan Pocis Gg.H Wardin Rt 04/RW 01 Bakti jaya Tangerang Selatan. Hasilnya, pemberitaan tersebut, tidak benar pengaspalan tersebut sudah sesuai spesifikasi.

“Pengaspalan sudah berjalan, namun karena dilalui truk jadi rusak, sehingga dikatakan bahwa pekerjaan pengaspalan asal-asalan,” terangnya.

Saat ditanyai mengenai LSM Aliansi Tangerang Raya Bersatu  menyurati Dinas PERKIM terkait permasalahan pekerjakan pengaspalan tersebut, Srinarko menjelaskan akan menjawab balasan surat tersebut.

“Kita akan balas surat dari LSM tersebut, karena pekerjaan pengaspalan tersebut sesuai dengan spesifikasi pekerjaan,” ucapnya.

Sementara di hari yang sama, Ketua Team 7 ‘S.Manahan T’ menjelaskan,” dalam pemberitaan pertama  mengenai proyek pengaspalan jalan tersebut, sudah dimuat di 10 Media online dan cetak. Pemberitaan tersebut dimuat karena saat dikonfirmasi kepada yang terkait, team-7 tidak dapat konfirmasi jawaban.

“Jadi, kita tulis sesuai surat yang di tembuskan oleh pihak Aliansi. Hasilnya pihak pihak yang disebut dalam pemberitaan sebelum nya, mendapat hak jawab. Jadi kita juga harus  menayangkan pemberitaan hak jawabnya terkait klarifikasi ini,” paparnya.

Dalam hak jawab dari kontraktor H. Kusnadi,” bahwa pemberitaan yang sudah tersebar tersebut tidak benar kebenarannya, karena pekerjaan pengaspalan yang dilakukan sesuai spesifikasi dan nilai anggarannya. Dengan demikian pekerjaan tersebut sesuai prosedur dan tidak asal jadi seperti pemberitaan.

“Inilah enaknya kalau narasumber bisa dikonfirmasi, jadi wartawan mendapat pemberitaan berimbang, sesuai tupoksi sebagai kontrol sosial,” tandasnya. ( Tim 7 )