Suararepublik.news – Banjir ┬ámelanda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada awal Januari 2020 terparah adalah di Perumahan Pesona Serpong yang berlokasi di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu. Buntut dari kejadian itu, menyisakan kerugian sampai milyaran rupiah.

Berdasarkan hasil penelusuran awak media kepada 50 rumah dari 250 rumah warga yang ada di Perumahan Pesona Serpong, total kerugian ditaksir kurang lebih Rp.1,3 Milyar.

Salah seorang warga Pesona Serpong, Yoga mengatakan, pasca terjadinya bencana banjir keluarganya mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

“Banyak lah mas kerugiannya, kalau dihitung-hitung kisaran 20 juta-an lah, TV rusak, Kulkas, Lemari, baju pada hanyut, pintu rumah jebol, Setrika, Mesin Cuci, belum Sopa, banyak lah pokoknya,” jelas Yoga salah satu Tokoh masyarakat Pesona Serpong saat dimintai keterangan

Dirinya melanjutkan, dari beberapa tahun yang lalu terjadi banjir sampai dengan hari ini warga perumahan Pesona Serpong belum pernah mendapatkan ganti rugi baik itu dari pengembang maupun dari pemerintah setempat.

“Sebagai warga Tangsel, kami sangat berharap agar pemerintah setempat memberikan kebijakan ganti rugi kepada semua kerusakan akibat terdampak banjir. Dan kalau memang ada rencana pemerintah untuk pembenahan kali ataupun relokasi, kami sebagai warga berharap agar segera mugkin direalisasikan oleh pemerintah karena mengingat lokasi rumah yang menjadi langganan bencana banjir ini,” tambahnya.

Senada dengan warga lainnya, Diyah Halimatus saat dimintai keterangan.

“Banyak saya mas, TV kemarin sudah rusak, printer sudah rusak, usaha pakaian pengantin pada hanyut, kulkas dua pintu rusak, laptop kerendem dua, banyak saya mah, Lemari rusak, kalau dihitung kerugiannya ada lah kisaran 25 juta sampai 30 juta-an mah,” tuturnya saat ditanyai Senin (20/01/2019) kemaren.

Sebelumnya, ratusan rumah di Perumahan Pesona Serpong terendam banjir hingga setinggi 4 meter akibat luapan sungai Cisadane.

Pantauan awak media dilokasi, sampai dengan saat ini semua warga perumahan Pesona Serpong masih sibuk membersihkan rumahnya masing-masing seperti mencuci baju dan membersihkan sisa-sisa lumpur yang menempel pada alat-alat elektronik dengan raut muka yang lesu, bahkan ada yang mengaku sampai jatuh sakit akibat kelelahan.(Badrul)