Jakarta, Oktober 2020,Suara Republik News,  YD seorang karyawan yang di PHK PT. Wira Servindo sejak 3 Juli 2018 hingga sekarang tidak mendapatkan surat paklaring  untuk  dipergunakan  melamar ke Perusahaan lain. YD yang mepunyai seorang anak (11), sedang suaminya hanya kerja serabutan, membuat dia pusing 7 keliling karena untuk menyekolahkan anaknya yang sudah duduk dikelas 6 SD ini serta buat biaya hidup semakin morat-marit, dia hanya numpang di rumah   keluarganya. Adapun latar belakang di PHK nya YD, bermula dari kesalahan men submit dokumen ke Bea cukai. Terus owner  inisial NK, menyalahkan YD dengan memerintahkan membayar  finalti ke Bea Cukai, sebesar Rp. 10.000.000.- YD mengakui kesalahannya itu dan bersedia membayarnya kepada Owner dengan cara mencicil, Namun hingga YD di PHK, tidak jadi  potong gaji,semua sudah diselesaikan  oleh owner. Yang menjadi masalah ialah , setelah YD di PHK,Owner(Niki Winarto/NW-red) tidak memberikan paklaring  dan pesangon dan atau penghargaan masa kerja.

Sesuai Undang- Undang Nomor 13 Tahun 2003 yang mengatur tentang pesangon dan peghargaan masa kerja,yang menjadi kewajiban pengusaha, Ditanya sekarang bekerja dimana, Ia mengatakan masih menganggur. Masih nyari-nyari sesungguhnya jika paklaring itu segera diberikan ada kemungkinan YD mudah mendapatkan pekerjaan untuk menghidupi anak dan suaminya terutama, menyekolahkan anaknya yang tinggal beberapa bulan lagi untuk menghadapi Ujian Nasional ( UN). Ditanya tentang apa Langkah selanjutnya  yang akan dilakukan untuk memperoleh paklaring dan Pesangon serta tabungan BPJS Ketenaga kerjaan, YD menjawab, melaporkan ke Kepala Dinas depnakertran DKI Jakarta, bahkan ke Menaker kata dia dengan sangat kecewa. Pada hal saya sudah bekerja di PT.Wira  Servindo sejak 3 Juli 2018 sampai dengan 17  Mei 2020, kata dia dengan rasa kecewa. Berarti saya sudah ada dua tahun masa kerja,masa’ gak ada penghargaan-red),seperti habis manis sepah dibuang ujarnya . Untuk mengkonfirmasi  hal tersebut diatas , wartawan Suara Republik News,mencoba mendatangi kantor PT.Wira Servindo untuk bertemu dengan NK owner PT.PWira Servindo untuk mewawancarainya yang sebelumnya telah menyurati NK dua kali, namun tidak ada respon Sehingga wartawan media ini cheking on the spot langsung ke kantornya,sayangnya tidak juga bersedia ditemui. Belum ada janji dengan Wartawan Suara Republik News,  kata karyawannya menirukan NW. yang paling ironis, saat jurnalis ini berada di ruang lobi,datang seorang yang bernama Andy, yang ngaku orang Lantamal, namun dia berkata saya juga tamu pak Niki ujarnya, tetapi kok berani mengajak wartawan memasuki sebuah  ruangan yang diduga ruang  kerja karyawan mengajak untuk duduk  berbicara  didalam, saya orang Lantamal ujar dia.  

Inilah mobil yang dikenderai Andy yang ngaku orang Lantamal.

saat wartawan mau betemu dengan  Niki Winarto owner PT.Wira Servindo( dok : ring-o)

Telepon  dulu pak Nikinya kalo mau bertemu kata dia sambil menyuruh, keluar ruangan mohon maaf diluar aja kata dia dengan sombongnya. Hingga berita ini diterbitkan, Jurnalis masih menelusuri, siapa sebenarnya Andy ini,Karena kelajiman seorang tamu, tidak pantas memasuki ruang kerja karyawan, Kalo dia adalah benar orang Lantamal, Jurnalis ini masih menelusuri hingga ke KASAL.(ring-o)