Kabupaten Tanggerang,Suara Republik.News. Maraknya praktek Dokter/Perawat di wilayah Kabupaten Tangerang menjamur di mana mana. Entah mungkin ada pembiaran dan atau lepas dari pengawasan dinas terkait (Dinkes) Dinas kesehatan,lagi lagi di temukan adanya Oknum Dokter /Perawat  diketahui kerja di Salah satu Puskesmas kota Tangerang,yang berdomisili di  Kp.Ribut,Desa Ranca Labuh Rt 19 Rw 004 kecamatan Kemiri Kabupaten Tangerang, Banten,yang terkesan  tidak berpendidikan.Saat di konfirmasi malah marah marah mengatakan,hal yang kurang etis sedangkan dia seorang yang sudah bergelar H dan PNS,Sangat miris dan perlu kajian dari Pemerintah Kabupaten Tangerang.

 Dari penelusuran team infestigasi media Suara Republik.News  menduga,Oknum Seorang Dokter/ Perawat ini praktek seorang diri di tempat kediamanya,dan sudah bertahun tahun tidak tersentuh oleh Dinas terkait(Dinkes)Dinas kesehatan. berpraktek Ilegal, apalagi diduga tidak memiliki ijin SIP (Surat ijin Praktek)/STR(Surat Terdaftar Registrasi) dan IDI(Ikatan Dokter Indonesia).dan tidak terlihat ada papan ijin nya(SIP) Sangat mungkin akan terjadi mall praktek yang akan  merugikan pasien dan tidak menutup kemungkinan akan memakan korban jiwa jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut. 

Saat Awak Media Suara Republik  mengkomfirmasi ke Iknum Dokter,sebut aja inisial H,mengatakan;Saya bukan dokter tapi orang pinter yang di kasih warisan ilmu dari bapak saya dahulu untuk membantu mengobati orang yang sakit dan apa aja,saya dapat ilmu turunan makanya saya membantu masyarakat yang minta tolong”kata Oknum dokter H.Saat di konnfirmasi Kenapa di tempat tinggal ada Obat obatan(Medis)dan mengatakan;ya itu cuma tambahan aja buat yang membutuhkan,kata H.

Konfirmasi kedua media Suara Republik.news   mengkonfirmasi,ke warga sekitar sebut aja kang Pendi mengatakan;Yang saya tau dia emang sibuk orang nya,tiap hari berangkat kerja ke puskesmas kota Tangerang,sudah lama dari jaman istri yang pertama sudah praktek,tapi ga pernah gaul sama masyrakat,kerja trus dan kalau hari libur pergi,ga tau ke mana.kata pendi warga yang asli pribumi itu.

Aturan tetap aturan, bukan aturan di buat untuk di langgar, sedangkan jelas, setiap tenaga kesehatan yang menjalankan praktek tanpa memiliki ijin sebagaimana  di maksud dalam pasal 46 ayat 1yaitu di Pidana Denda paling banyak Rp 100.juta,(seratus juta rupiah.Hal ini jelas telah melanggar undang undang Republik Indonesia No.36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 23 ayat 3 dan Undang undang Republik Indonesia tahun.No.38 tahun 2014 tentang keperawatan pasal 19 ayat.dengan sangsi pidana dengan ancaman kurungan pidana/penjara maksimal 15 tahun.tegas ketua LSM(LipanHam)

sebut aja bang Joy.

Saat di konfirmasi awak media Suara Republik.kepala Puskes Kemiri,Dokter Yasir  lewat Bayfone mengatakan;Saya sudah kasih Teguran dan Undangan datang ke Kantor puskesmas Kemiri,sudah cape berapa kali saya suruh datang dan urus ijin nya,kalau ga ketemu lah sama saya,saya sudah cape dengan surat,dia bukan dokter tapi perawat..terserah saya sudah kasih teguran tapi ga d gubris,tegas dr  Yasir.

Kesimpulanya dengan luas nya 29 kecamatan dan hampir 300 desa/kelurahan,tugas yang berat buat Dinkes kabupaten Tangerang,dengan aduan dan laporan masyarakat juga media dan LSM seyogyanya membantu tugas Dinas kesehatan(Dinkhes)(Ifhamholid,Fredi)