Kota Tangerang” Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 KotaTangerang, yang beralamat di Jalan KH Hasyim Ashari No 25 RT.04/01, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang Kota Tangerang. Diduga melakukan pungli untuk pemasangan kanopi yang gunanya menutupi atap halaman/lapangan upacara di sekolah tersebut yang dibebankan kepada orang tua murid dengan besaran pungutan anggaran biaya Rp. 400.000/ persiswa.

Menurut keterangan orang tua siswa kepada awak media, menyampaikan tentang adanya rencana pemasangan kanopi di sekolah MTSN 2 Kota Tangerang itu hanya musyawarah dan kesepakatan dari beberapa orang saja bukan kesepakatan bersama melainkan hanya mengambil keputusan sepihak.

Memang pernah ada rapat di sekolah tetapi tidak semua wali murid mengikuti rapat tersebut, karena di dalam surat undangan itu tidak dijelaskan maksud dan tujuannya tentang perihal mengadakan rapat tersebut serta kertas undangannya pun tidak ada kop surat ataupun logo maupun stempel resmi dari pihak sekolah”

Saya (Wali Murid-red) tidak di ajak rapat, bahkan sebelumnya tidak ada surat edaran. Surat undangan rapat juga tidak ada KOP-nya yang berlogo MTSN 2 Tangerang,” ungkapnya.

Orang tua murid, bahkan tidak pernah tahu dengan apa yang disebutkan oleh pihak sekolah bahwa sudah ada keputusan bersama dari hasil rapat dengan pihak komite. Hanya mendengar ucapan dari panitia, kalau semuanya telah setuju.

” Komite sekolah yang mana..? Saya (Wali Murid-red) gak pernah tau siapa ketua komitenya,” tambahnya.

Saat awak media mendatangi sekolah MTSN 2 Tangerang, dengan tujuan untuk melakukan konfirmasi tentang informasi yang diperoleh tetapi hanya bisa bertemu dengan seorang staf TU dari pihak sekolah tersebut.

Menurut Staf TU MTSN 2 KotaTangerang, menyampaikan memang benar bahwa ada rencana pemasangan kanopi, tentang anggaran biayanya pun itu hasil dari kesepakatan komite bersama orang tua murid pada saat rapat dan semuanya dibebankan kepada orang tua siswa dengan cara pembayarannya di angsur.

“Memang benar, itu kesepakatan bersama dari hasil rapat antara pihak sekolah dengan komite dan orang tua murid, karena itu sebagai infaq yang tujuannya untuk ibadah,” ucap, Staf TU tersebut, Kamis (30/1/2020).

Permendikbud Nomor 75 Tahun 2015 tentang Komite Sekolah yang ditetapkan dan diundangkan pada 30 Desember 2016 sangat clear. Bahwa pihak sekolah sama sekali tidak boleh melakukan pungutan pada murid dan wali murid, hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 10, Pasal 11 dan Pasal 12″(her/Rd)