Suararepublik.news, Tulungagung – 09/11/2020.Renovasi ruang kelas di SMPN 2 Campurdarat  yang sudah didana dari APBD kabupaten Tulungagung tahun anggaran 2020 juga menjadi ‘beban’bagi wali murid dengan adanya ‘iuran’sebesar empat ratus ribu rupiah sebagai tambahan biaya.

Hal tersebut disampaikan beberapa wali murid yang berhasil diwawancarai selepas agenda rapat yang dilakukan diaula (09/11/2020).

“Sesuai kesepakatan hasil rapat setiap wali murid disuruh membayar untuk tambahan biaya renovasi kelas sebesar empat ratus ribu rupiah dan pembayarannya bisa dicicil sebanyak empat kali”ungkap beberapa wali murid

Kepala sekolah ketika dimintai pernyataan melalui telepon seluler  terkait hal tersebut terkesan enggan dan mempersilahkan untuk menemui Bu Wiwik.

Bu Wiwik yang pada saat itu disekolah dengan didampingi pak Kholik salah satu guru bidang matematika menjelaskan adanya hal tersebut dan menyangkal terkait pernyataan wali murid

“Tidak benar kalau sumbangan tersebut untuk tambahan biaya renovasi,sumbangan wali murid nantinya untuk memenuhi kebutuhan meubeler 4 ruang yang sudah rusak semua dari 6 ruang yang direnovasi.Secara terperinci meubeler dari 6 ruang yang ada di pilih yang masih baik untuk dipakai lagi sehingga terkumpul meubeler untuk 1 ruang kelas,sedangkan 1 ruang kelas lagi dapat bantuan dari dinas,untuk sisanya diajukan proposal kepada wali murid melalui komite”jelas Kholik

“Untuk besaran sumbangan bisa tanya langsung kepada pihak komite sekolah karena lembaga sekolah hanya menerima barang saja tidak mengelola keuangan komite sekolah”lanjut Kholik sambil memberikan nomer telepon pihak Dian selaku komite sekolah.

Dian selaku sekretaris komite sekolah baik ketika dihubungi melalui telepon seluler maupun didatangi di rumahnya memberi pernyataan yang sama

“Tambahan biaya tersebut nantinya untuk pembelian meubeler 4 ruang kelas sesuai pengajuan proposal yang diajukan pihak lembaga sekolah kepada komite sekolah,sedangkan untuk tambahan biaya tersebut dibebankan kepada pihak wali murid kelas 7 saja,meskipun sebenarnya pihak sekolah pernah meminta untuk dilakukan sumbangan untuk kelas 8 dan 9 serta nominalnya dibuat lebih dari Rp 400.000,00 tapi hal tersebut sesuai rapat komite ditolak”kata Dian sambil menjelaskan sedikit tentang tugasnya sebagai komite sekolah sesuai peraturan yang ada.

“Untuk meubelernya nanti pihak kepala sekolah yang akan membelikan karena sudah ada pihak rekanan yang siap untuk menghutanginya,jadi dana yang terkumpul nantinya akan diberikan kepada bendahara sekolah”jelas Dian

Ketika ditanya tentang laporan penggunaan dana bos selama beliau menjabat sekretaris komite sekolah di SMPN 2 campurdarat beliau tidak mengetahuinya.

“Selama 2 tahun menjabat komite sekolah belum pernah sekalipun diberi tahu bagaimana laporan penggunaan dana bos selama ini,bahkan untuk perbaikan sarana prasarana sekolah dengan pemakaian dana bos salah satunya untuk perbaikan meubeler ada atau tidak juga tidak tahu.Adanya proposal dari pihak sekolah kemarin untuk meubeler yang harus ada untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang menjadi dasar adanya tambahan biaya yang dibebankan kepada wali murid kelas 7 dan nominalnya disepakati sebesar Rp 400.000,00 kalaupun harus lebih dari itu yang jelas pihak wali murid keberatan”pungkas Dian menjawab adanya kerusakan meubeler yang mencapai 4 ruang kelas dan penggunaan dana bos untuk perbaikan sarpras di lembaga sekolah selama menjabat komite sekolah.

Sampai berita ini diturunkan belum ada penjelasan terkait siapa rekanan yang ditunjuk kepala sekolah yang sanggup menghutangi meubelernya dikarenakan pihak Dian selaku sekretaris sampai saat ini juga tidak dijelaskan oleh kepala sekolah….y2/Ok/kbt